26 Mar 2015

Setelah hampir setahun lebih menggunakan Microsoft Office 365 dalam pekerjaan sehari-hari saya cukup gembira mendengar ada alternatif open source untuk produk sejenis. Iya, memang belum rilis sih. LibreOffice akhir tahun ini akan tersedia versi online nya. Detailnya bisa dibaca disini.

Seperti halnya produk opensource lainnya, saya sering bingung siapa client enterprise yang ditarget mereka untuk menggunakan produk opensource di desktop. Kalau untuk server sih sudah tidak dipertanyakan lagi, bisnisnya memang besar sekali. RedHat saja tahun kemarin mencatat kenaikan revenue hingga 16%. Sementara untuk desktop saya tidak begitu jelas.

Selain kota Munich, yang hampir seluruh instansi pemerintahnya sudah migrasi ke opensource, saya tidak tahu dimana lagi ada migrasi opensource besar-besaran di desktop. Dan inipun instansi pemerintah, bukan swasta. Hmm, ya.. bisnis dari proyek pemerintah memang gak kecil juga sih nilainya. Tetapi bisnis dengan pemerintah itu tantangannya bukan lagi dari sisi teknis. Politik, lobi-lobi, koneksi dan lain-lain seringkali masih jadi pengaruh utama.

Nah, di Indonesia saya pernah mendengar beberapa perusahaan yang menggunakan opensource di desktopnya. Tapi ini saya hanya dengar dari mulut ke mulut sih. Beberapa di antaranya: Sosro, Kompas Gramedia (tim developer di grup majalah), Viva.co.id, Detik.com. Tapi itupun tidak 100%. Dan (setahu saya) tidak satupun dari mereka menggunakan jasa dari penyedia layanan enterprise untuk opensource (untuk desktopnya).

Merebut market desktop itu sulit sekali. Bukan soal urusan teknis saja (kompatibilitas antar versi, antar distro, standar desktop, dll). Tetapi juga urusan ekosistem. Sebuah perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan suatu platform dengan ekosistem yang sama. Jadi mencari partner untuk membantu mereka pun lebih gampang, karena satu sama lain “pasti” cocok (compatible).

7 tahun lalu, saya pernah menyinggung soal ini juga. 4 tahun lalu juga saya bahas kembali. Dan sampai hari ini, sepertinya memang divisi desktop opensource itu tetap akan menyandang gelar “alternatif”, belum sejajar sebagai “pilihan utama”. Kutipan dari tulisan 4 tahun lalu itu sepertinya masih berlaku:

“Linux will remain the king of the server world, but on the desktop front it will always be an OS for enthusiast and hackers only.”

*hacker yang dimaksud di sini adalah mereka yang hobi ngoprek.

Sayang sekali kalau beneran jadi kenyataan, karena saya pribadi masih mendukung gerakan OpenSource maupun FSF ini.

on 26 Mar 2015 06:26 AM

25 Mar 2015

Ya.., maksudnya gak tiba-tiba di luar negri jadi laris kaya album Agnes Monica sih. Hehe. Maksudnya, album Kangen Band bisa dibeli di luar ngeri via Google Play Store – Music. Setidaknya dari Australia bisa. Eh, btw, album Agnes Monica itu laris gak sih di luar negri?

Teorinya, sebenarnya tidak selalu orang-orang itu gak mau lagu original. Tetapi orang-orang yang mau (dan punya duit) buat beli, justru dihambat untuk membeli secara resmi. Ya masak bisa beli iPhone tapi gak bisa beli lagu di iTunes? Gak mungkinlah.. #uhuk. Nah ini sudah teratasi ketika iTunes membuka akses pembeli lagu dari Indonesia.

Tetapi sayangnya hal yang sama tidak terjadi dengan Google Play Store. Walaupun Google Play Store juga menjual musik seperti iTunes, tetapi pembeli dari Indonesia masih terhambat. Jika kita menggunakan akun Google dari Indonesia, kita tidak bisa membeli musik di Play Store.

Tadinya saya kira karena Google memang belum melakukan kerjasama dengan label-label musik di Indonesia. Ternyata tidak. Sepertinya kerjasama dengan label-label ini sudah kelar. Buktinya, pengguna Google dari Australia bisa tuh beli lagunya Kangen Band via Google Play Store.

Terus, kalau pengguna Android dari Australia bisa beli lagu Kangen Band di Play Store, mengapa dari Indonesia malah gak bisa ya? Saya sempat mengira mungkin karena sistem pembayarannya belum mendukung. Tetapi dugaan saya salah. Play Store seharusnya sudah tidak ada masalah dengan pembelian di Play Store dari penggunanya di Indonesia. Selain menggunakan kartu kredit, pembelian di Play Store juga sudah bisa menggunakan Carrier Billing kok (bahasa Indonesianya: Potong Pulsa). Setidaknya Telkomsel dan Indosat sudah mendukung.

Jadi.., kenapa pengguna dari Indonesia masih belum bisa ya beli musik di Play Store? Play Store kok gituhh?

Ntar ada memenya lagi:

“Andhika ex-Kangen Band harus ke Australia biar bisa beli lagu Kangen Band di Play Store.  Disitu dia merasa sedih..”

NB: Gak cuma Kangen Band doang kok yang tersedia. PeterPan, Padi, sampai Tulus juga ada. Tapi Raisha gak ada tuh.

on 25 Mar 2015 08:52 AM

24 Mar 2015

Mulai pening butuh yang segar, tiba-tiba menemukan sebuah jeruk dan memakannya. Uppsss..... Ternyata saya sedang berhalusinasi sedang makan sebuah jeruk. Aslinya saya sedang install Orange Data Mining. Sebuah aplikasi visualisasi dan data analitik pada penambangan data yang dibangun menggunakan Python. Jadi Anda pun harus install Python.

Berikut langkah-langkah menginstall Orange v2.7 di Linux Mint 17.1:
1. Mengunduh Orang di http://orange.biolab.si/download/files/http://orange.biolab.si/download/files/orange-source-snapshot-hg-2015-03-24.zip
2. Ekstrak Orange, unzip orange-source-snapshot-hg-2015-03-24.zip
3. Dari ekstraksi akan menghasilkan sebuah direktori  Orange-2.7.8
4. Install kebutuhan Orange, sudo apt-get install python-numpy libqt4-opengl-dev libqt4-dev cmake qt4-qmake python-sip-dev python-qt4 python-qt4-dev
5. Mempersiapkan Orange, sudo easy_install -U Orange-2.7.8
6. Masuk ke direktori Orange-2.7.8
7. Install Orange,  python2 setup.py build && sudo python2 setup.py install

Menjalankan Orange melalui terminal dengan mengetikan perintah orange-canvas. Proses installasi berhasil, saatnya mencari dataset. Orange ini dapat berjalan diberbagai sistem operasi termasuk MS Windows dan Mac OS. Informasi lebih lengkap di http://orange.biolab.si.

on 24 Mar 2015 12:44 PM

23 Mar 2015

Di negara yang sangat liberal seperti Amerika Serikat (AS) pun, masih ada payung hukum yang bisa menjadi landasan penutupan sebuah situs. Entah karena kasus kriminal, masalah hak cipta, isinya yang menyebarkan kebencian, dll. Padahal AS terkenal sangat menjaga kebebasan berpendapat. Lalu bagaimana di Indonesia?

Sejak sekitar pilpres kemarin, banyak sekali muncul media-media online yang isinya sarat dengan provokasi isu SARA. Ada yang agak halus, tapi tak sedikit yang terang-terangan. Ada yang terang-terangan mendukung kelompok atau profil tertentu, ada juga yang “pura-pura” netral tetapi menjatuhkan kelompok atau figur yang lain.

Tifatul Sembiring, menkominfo kala itu, banyak di-mention di Twitter. Banyak yang mempertanyakan mengapa kalau urusan menutup situs yang digolongkan pornografi cepat sekali, sementara untuk situs-situs fitnah tadi tidak ada tindakan? Jawaban beliau kalau saya ringkas kurang lebih “Nah, dulu saya blokir situs dicela, sekarang malah minta saya blokir situs. Hehe.” Saya lupa kalimat persisnya, coba cek saja di akun Twitter beliau.

Sebagian dari situs-situs itu pseudonim, artinya menggunakan nama fiksi, bukan nama sebenarnya. Saya duga mungkin itu sebabnya “agak sulit” dilacak siapa orang-orang di belakangnya. Tetapi sebagian lagi namanya beredar secara terang-terangan. Dan bahkan ada yang justru mendapatkan keuntungan materi besar dari situsnya yang kontroversial itu.

Seorang teman bercerita, dia mengenal salah satu orang di belakang situs kontroversial tersebut. Dengan isinya yang kontroversial, situsnya justru jadi semakin terkenal. Dan seiring makin terkenalnya situs ini, orang di belakangnya pun mendapatkan puluhan juta rupiah dari iklan yang dipasang. Iya, betul.., kadangkala produk atau jasa itu memang market share nya pecinta isu-isu SARA.

Lalu jika orangnya sudah diketahui, mengapa situs tersebut tersebut tidak bisa ditutup? Apa jangan-jangan tidak ada landasan hukumnya kah?

Webhosting

Jika mungkin sebagai perorangan tidak ada landasan hukumnya, mungkinkah menyasar ke penyedia layanan hosting?

Sebagian besar penyedia layanan webhosting di Indonesia mencamtumkan berbagai syarat agar website client-nya bisa diletakkan di server mereka. Biasanya beberapa syaratnya mencantumkan : Tidak mengandung pornografi, bukan situs judi atau bisnis lain yang melanggar hukum, tidak mengandung SARA.

Nah poin terakhir ini memang kadang dicantumkan kadang tidak. Tetapi dari aspek legal bisnis (jika webhosting tersebut memiliki entitas legal), apakah mungkin webhostingnya yang diminta menutup situs-situs tersebut?

Memang agak rumit sih mencari landasan hukumnya. Jika benar aparat penegak hukum betul-betul menegakkan ini, bukan tidak mungkin nantinya situs-situs yang mengkritisi pemerintah pun dikenakan pasal yang sama.

Atau sebenarnya memang tidak perlukah ada landasan hukum untuk menjadi prosedur penutupan sebuah situs?

Link terkait:

Tulisan terkait: http://okto.silaban.net/2011/02/general/kapan-negara-boleh-blok-twitter-facebook/

[Update – 24 Maret 2015]

Setidaknya sekarang sudah ada pencerahan berarti ya. Paling enggak untuk langkah pertama.

on 23 Mar 2015 01:56 AM

20 Mar 2015

Awalnya tim kecil ini mendirikan bisnis e-commerce mereka bermodalkan semangat membabi buta dan modal seadanya. Berjalan beberapa bulan. Pertumbuhannya ada, tetapi tidak masif. Belakangan mereka mulai membuka diri. Sampai akhirnya sebuah media teknologi besar memasukkan mereka dalam daftar startup yang diunggulkan di Asia.

Di momen ini, banyak sekali pihak yang menghubungi mereka menawarkan kerjasama ataupun investasi. Belum ada yang jadi kenyataan sih. Namun beberapa masih tetap terus menjalin komunikasi dengan mereka.

Belakangan, startup yang bermarkas di kawasan Jakarta Barat ini memilih untuk pivot. Masih sama-sama e-commerce, dan masih beranggotakan tim yang sama. Mereka memilih fokus menjalankan Zataru.com, ecommerce yang fokus menjual produk kecantikan (saat ini masih didominasi produk parfum), walaupun ketiga pendirinya adalah pria tulen. Mengapa ?

Tantangan

Menurut saya sih tidak aneh. Di masa awal pendirian e-commerce sebelumnya, saya banyak berdiskusi dengan pendirinya. Tantangan mereka cukup besar. Pertama adalah produk. Walaupun mereka memiliki akses langsung ke beberapa produsen, tetapi semua produsen ini lokal. Sementara produk lokal ini bukanlah yang banyak dicari oleh pasar. Tentu, pilihan satu-satunya adalah berusaha membuka jalur ke importir besar untuk mendapatkan produk yang permintaan pasarnya besar. Tetapi ini tidak mudah. Selain dibutuhkan pendekatan yang baik, modal yang akan dikeluarkan juga tidak sedikit.

Tantangan kedua adalah pemasaran. Ya betul, PR semua startup apalagi e-commerce tentu pemasaran. Tetapi berhubung mereka memasuki pasar yang sudah dikuasai pemain besar, pertarungannya akan mati-matian. Pilihannya adalah mengambil sebagian kecil pasar, atau membuat pasar baru. Keduanya tetap membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tidak jadi masalah jika ada dukungan pendanaan yang besar di belakangnya. Ini yang masih menjadi PR besar mereka saat itu.

Zataru.com

Lalu datanglah kesempatan kedua. Mereka menemukan cara menembus jalur khusus ke penyalur utama beberapa produk kecantikan original dengan merk yang sudah dikenal pasar. Mereka sempat terpikir untuk menyatukan produk ini di e-commerce mereka sebelumnya. Tetapi, membesarkan satu produk vertikal saja sulit, apalagi yang campur aduk.

Setelah banyak berdiskusi, memetakan persaingan di pasar, dan menimbang-nimbang sumber daya yang tersedia, keputusan bulat dicapai. Mereka harus pivot. “Kita bikin e-commerce baru saja”, ujar pendirinya. Pilihan yang logis menurut saya.

Meluncurlah Zataru.com, menggunakan teknologi yang bisa dibilang sama persis dengan e-commerce sebelumnya. Markas mereka pun masih sama. Tentu operasionalnya pun tidak jauh berbeda.

Mengapa Namanya Zataru ?

Setengah bercanda pendirinya bilang, “Kayaknya e-commerce yang gede-gede ada Z nya semua tuh bro. Amazon, Zalora, Lazada. Penting tuh ada Z nya. Hehe.” Saya lebih suka jawaban versi ini sih daripada jawaban-jawaban filosofis arti nama sebuah brand. :P

Hasil

Dalam hitungan 2 bulan, kunjungan ke websitenya masih di sekitar 3000-4000 an sebulan. Nilai penjualannya per bulan sih tergolong kecil, masih di hitungan 2 digit (juta) rupiah saja. Tetapi total nilai penjualan Zataru selama 2 bulan ini, sudah sama dengan total penjualan di e-commerce mereka sebelumnya. Padahal e-commerce sebelumnya itu sudah berjalan paling tidak setengah tahun.

E-commerce mereka sebelumnya akan tetap berjalan sampai stock mereka habis. Tetapi mereka tidak akan melakukan pemasaran lagi. Fokus mereka sudah ke Zataru.

Dengan lancarnya persediaan barang dagangan utama mereka, satu tantangan besar sudah teratasi. Sekarang mereka bisa fokus ke pemasaran. Jika nanti pemasaran mereka pun sukses, tentu tantangan berikutnya adalah logistik. Tetapi jika mereka sudah mengalami logistik, berarti mereka sudah naik level. Aroma kesuksesan sudah mulai tercium. Semoga kali ini tidak pivot lagi.

on 20 Mar 2015 01:23 AM

19 Mar 2015

Jika Bill Gates atau Steve Ballmer masih memimpin Microsoft, mungkin ini gak bakal terjadi. Makin kesini Microsoft juga sudah makin menyerap beberapa konsep dari open-source. Iya, open source sih, belum free software.

on 19 Mar 2015 01:26 PM

ONE OK ROCK and Perfume CD

ONE OK ROCK and Perfume CD

I just remembered this noon that I still have CDs that were not opened yet. Two of them was ONE OK ROCK “35xxxv” and Perfume “LEVEL3″. Those CDs had been in my backpack for a long time. Oh, well, time to rip.

There are many ways to rip CD and you can search my blog to have it. Right now I’m using Morituri. Morituri is a command line tool to rip CD using AccurateRip™ technology and CDParanoia. Two of the best tools for accurately ripping CD.

Preparations

We got two process here: getting pycdio and morituri itself. If you think you won’t need the Paranoia, then you can just jump to getting Morituri.

Getting pycdio

Morituri needs pycdio for interfacing with CDParanoia. It isn’t packaged yet in Ubuntu. We have to install it manually. This package is optional, but I want CD Paranoia!

Let’s install the alternative Python Package Installer (pip):

sudo apt-get install python-pip

Install pycdio dependencies:

sudo apt-get install python-dev libcdio-dev libiso9660-dev swig pkg-config

Alright! Let’s install pycdio:

sudo pip install pycdio

Next let’s get down with Morituri.

Getting Morituri

Install Morituri:

sudo apt-get install morituri

Now, we are ready to get the tracks.

Ripping

There are three parts of ripping the CD using Morituri. First, deciding the CD offset based on your CD drive. Second, optionally get the right MusicBrainz tags. Lastly, rip it with fire!

Getting The Right Offset

The purpose of AccurateRip™ is for determining read offset of your CD drive. You could browse their database if you confident that your CD drive is well-known.

If you have an exotic CD drive, you are not so sure, or you just getting really paranoid, you could check your hardware yourself. Get a relatively well-known CD to test and start analyzing:

rip offset find

This takes a while. It takes two turns to check the drive. I was getting bored and only manage to wait for the first pass before I canceled the execution. Besides, my CD drive is well-known. From dmesg, I got this:

$ dmesg | grep DVD
[    2.400198] ata5.00: ATAPI: HL-DT-ST DVDRAM GH40F, MG01, max UDMA/100
[    2.510952] scsi 4:0:0:0: CD-ROM            HL-DT-ST DVDRAM GH40F     MG01 PQ: 0 ANSI: 5

I confirm from the database and from my offset searching, my CD drive has an offset of 667.

Getting The Right Song Title

You can retag it if you want. But, to get the right title, I suggest to browse MusicBrainz database to find out the right title. If your CD is popular enough, it would have many names.

For example, my Perfume CD, LEVEL3, had 17 names. I picked the CD version. I got its ID by getting the serial number in its URL. It was 92d793f1-316a-4d66-ab1e-b9660d2682f7.

Getting It All Together

Alright, all is well. Our preparation is complete. Let’s rip:

rip cd rip --offset 667 -R 92d793f1-316a-4d66-ab1e-b9660d2682f7 --track-template="%A/%d/%t - %a - %n" --disc-template="%A/%d/%A - %d"

I love to get the layout”Album Artist/Album Name/TrackNumber – Artist – Title”. You may have different format. Well, each to one’s own. Here’s the list taken from the man page:

Tracks are named according to the track template, filling in the variables and adding the file extension.  Variables exclusive to the track template are:

  • %t: track number
  • %a: track artist
  • %n: track title
  • %s: track sort name

Disc files (.cue, .log, .m3u) are named according to the disc template, filling in the variables and adding the file extension.  Variables for both disc and track template are:

  • %A: album artist
  • %S: album sort name
  • %d: disc title
  • %y: release year
  • %r: release type, lowercase
  • %R: Release type, normal case
  • %x: audio extension, lowercase
  • %X: audio extension, uppercase

If you got any error, try to remove the offset parameter. It seems there are many variables to disc perfect. Sometimes hidden track(s) made the offset change. May be, that’s probably just my hunch.

Oh, well, all is good. On to the next original CD.

on 19 Mar 2015 11:47 AM

Autocomplete not complete

Arif Syamsudin

Tau khan, kalo menggunakan GNU/Linux killer feature ini bisa men temen temukan di mana? YAAA!!! terminal. All hail the mighty gnome-terminal!!! Yang kita gosipin ini fitur pelengkapan-otomatis. Autocomplete. Masukkan beberapa kata, kalo perintah, aplikasi, atau apapun yang kita cari ada, maka si anu akan melengkapi.

Entah kenapa, udah berapa lama ini fitur autocomplete pada komputer yang saya gunakan di kantor ini ngga' berfungsi. Entah ketika sedang ngapain mangkanya ini fitur tetiba ngga' aktif. Walaupun merasa tidak bermasalah dengan ketidakaktifan fitur ini, tapi sewaktu-waktu jengah jugak. Hmmm.

Selidik punya selidik [0], ada setidaknya 2 (dua) hal yang menyebabkan autocomplete jadi ngga' aktif. Pertama, kita lupa buat pasang paket bash-completion. Etapi tunggu dulu, untuk yang satu ini, biasanya secara baku paket ini udah kepasang. Lha wong kalo pasca pemasangan segar autocomplete ngga' ada masalah koq. Lalu setelah saya coba cari via:
$ sudo aptitude search bash-completion
ternyata statusnya "bash-completion is already the newest version". Nah terus gimana? Menurut situs hasil selidik, kalo udah begitu, coba periksa berkas bash.bashrc.
$ sudo geany /etc/bash.bashrc
Okay, sudah dibuka? Nah silahkan cari baris yang mensuratkan baris ini:
# enable bash completion in interactive shells
# if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
#  . /etc/bash_completion
# fi
Silahkan hilangkan tanda kres (#) pada bagian-bagian ini, sehingga keliatannya jadi begini:
# enable bash completion in interactive shells
if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
    . /etc/bash_completion
fi
Nah, kalo udah begitu silahkan simpan berkas hasil suntingannya dan coba lagi autocomplete-nya. Insya Allah, bisa ;).

Bahan bacaan:
[0] http://askubuntu.com/questions/209778/auto-completion-does-not-work-for-sudo-apt-get-install

on 19 Mar 2015 11:10 AM

18 Mar 2015

Agak perlu tricky saat menambahkan Repo SIFT di Linux Mint 17.1. Berbeda saat menambahkan Repo BackBox terasa lebih enak. Distro ini cocok untuk Pentest dan Assessment Keamanan. Namun ada juga beberapa alat bantu untuk forensik digital. Daftar paket BackBox v4 dapat dilihat di https://launchpad.net/~backbox/+archive/ubuntu/four.

Cukup menambahkan baris deb http://ppa.launchpad.net/backbox/four/ubuntu trusty main pada /etc/apt/sources.list dan ketik sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys 78A7ABE1 supaya installasi beberapa paket keamanan yang telah dikelola oleh BackBox dapat terunduh dengan mudah. Jangan lupa ketik sudo apt-get update && sudo apt-get install dist-upgrade. Jika ingin installasi BackBox ketik sudo apt-get install backbox-tools. Selamat Mencoba.
on 18 Mar 2015 05:30 AM

17 Mar 2015

Sebenernya ngga' tua-tua amat. Masih versi 12.04. Tiga tahun yang lalu versi ini nge-hits banget! Masih in koq sampe sekarang. Khan LTS, jadi dukungannya...7 tahun ya? Atau masih 5 tahun sich? Jadi setidaknya masih relevan dan saya rasa saat ini masih banyak dipakek koq. Kebetulan masih makek versi ini, untuk pc di kantor karena ada perangkat keras yang konfigurasinya hanya bisa bekerja di versi ini. Walhasil, memang harus bertahan pada versi ini. Suka ataupun tidak.

Lanjut. Ketika memasang AMP (baca: Apache, MySQL, PHP) untuk peladen web lokal, mau ngga' mau kita akan mendapatkan versi AMP yang diperuntukkan untuk versi distro yang bersangkutan. Semisal, kskss, untuk Ubuntu 12.04, versi PHP yang akan didapatkan via pembaruan berkala masih berkisar di versi 5.3. Apa yang terjadi ketika kita membutuhkan versi AMP yang terkini, misal PHP 5.5 untuk kebutuhan pengembangan?

Kompilasi secara manual, untuk paket yang dibutuhkan. Artinya? Ngga' sebentar. Karena kalo dah ngoprek, terutama dengan level seperti saya, pemula, pasti akan lama ngotak-ngatik-nya. Belom bacanya. Enaknya dengan Ubuntu, maaf yang saya baru tahu hanya Ubuntu, ada satu cara alternatif pemasangan paket aplikasi terbaru yang namanya PPA. Enaknya dengan PPA ini, kita bisa mendapatkan aplikasi versi terbaru tanpa tergantung pada repositori utama. Biasanya, untuk mendapatkan versi terbaru dari suatu aplikasi, kita harus menunggu aplikasi tersebut dimasukkan ke dalam repositori utama Ubuntu, dan biasanya itu makan waktu [0]. Lama. Apalagi untuk versi distro yang saya pakek. Nah, PPA mengakali hal tersebut, supaya pengguna distro versi lama bisa menikmati versi aplikasi terbaru. E tapi, lagi-lagi itu tergantung pengembang dan pemelihara PPA sich. Kalo mereka ngga' memasukkan versi distro yang kita pakek, ya...manyun :D. Back to square one, kompilasi manual dhe.

Nah, untungnya dengan apa yang saya butuhkan, ternyata ada PPA untuk meningkatkan versi AMP ke dalam versi terbaru untuk Ubuntu 12.04 [1]. Untuk menambahkan repositori PPA tersebut, silahkan masukkan perintah:
$ sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php5
lanjutkan perintah yang ditemui di dalam terminal. Ohiya, perintah tersebut dieksekusi pada terminal. Setelah pemasangan PPA berhasil, selanjutnya adalah menyegarkan repositori dengan perintah:
$ sudo apt-get update
Setelah disegarkan, langkah selanjutnya adalah memperbarui paket-paket AMP berdasarkan repositori PPA AMP yang sudah kita tambahkan, dengan memasukkan perintah:
$ sudo apt-get upgrade
sama seperti sebelumnya, silahkan ikuti perintah yang ada di dalam terminal.


Nah sekarang, bagi yang sudah pernah memasang AMP pada distro versi terbaru (sepanjang 2014-2015), yang secara jelas akan ditemui adalah untuk direktori root web, sudah tidak lagi ditempatkan di dalam /var/www. Tapi dipindahkan ke dalam /var/www/html. Untuk alasan keamanan. Itu jugak yang akan kita temui pada saat kita memperbarui versi AMP di Ubuntu 12.04. Secara otomatis, hasil pembaruan akan menambahkan direktori html. Seperti gambar di bawah:


Akhirnya, mungkin kita akan memindahkan beberapa proyek yang sudah kita mulai ke dalam direktori html. Atau, buat symlink ajah :). Tapi yang saya lakukan adalah memindahkan proyek ke dalam direktori html.

Itu baru satu hal. Bagaimana dengan akses PHPMyAdmin? Itu pun jadi bermasalah setelah melakukan pembaruan. Yang bermasalah PHPMyAdmin ya, bukan MySQL-nya. MySQL masih tetep bisa diakses via terminal. Ketika diakses via laman seperti biasanya, localhost/phpmyadmin, malah ngga' muncul. Untuk memunculkan kembali akses PHPMyAdmin setelah pembaruan [2], yang saya lakukan adalah, kita buat tautan seperti ini:
$ sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html
Kenapa /var/www/html? Karena direktori root web untuk versi terbaru diarahkan ke sana, html. Setelah itu, sunting berkas apache2.conf yang ada di dalam direktori /etc/apache2/ dengan perintah:
$ sudo gedit /etc/apache2/apache2.conf
Silahkan gunakan editor teks kesukaan teman-teman. Yang saya gunakan pada perintah itu adalah gedit. Pilihan lainnya tidak terbatas, tapi yang populer adalah vim. Silahkan disesuaikan.

Setelah berkas tersebut dibuka, tambahkan baris:

include /etc/phpmyadmin/apache.conf

Setelah ditambahkan, silahkan mula-ulang apache:
$ sudo service apache2 restart
Setelah proses mula-ulang selesai, coba buka kembali laman localhost/phpmyadmin. Pada komputer yang saya gunakan, akhirnya PHPMyAdmin bisa diakses kembali via peramban :).


Bahan Bacaan:
on 17 Mar 2015 12:27 PM

16 Mar 2015

Sudah lama akhirnya ada pembaruan tentang bagaimana konfigurasi SLiMS pada GNU/Linux. Salah satu yang menurut saya penting adalah bagaimana SLiMS bisa melakukan impor berkas MARC ke dalam pangkalan data SLiMS, sehingga pustakawan dapat dengan mudah melakukan penyalinan katalog.

Berdasarkan tulisan sebelumnya [0], kita bisa dengan mudah mengaktifkan fitur tersebut dengan memasukkan perintah yang ada. Namun, ada beberapa perubahan seiring dengan semakin berkembangnya sistem operasi GNU/Linux. Koreksi saya jika salah.

Pada perintah sebelumnya, perintah-perintah tersebut adalah:

sudo pear install channel://pear.php.net/structures_linkedlist-0.2.2

sudo pear install channel://pear.php.net/file_marc-0.7.1

Nah, ternyata dengan menggunakan sistem operasi GNU/Linux yang saya gunakan sekarang, yaitu Ubuntu Gnome 14.04, perintah-perintah tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu pesan galat yang saya terima ketika menjalankan perintah yang pertama adalah:

Package "structures_linkedlist" does not have REST info xml available
install failed

Wakwaw!!! Akhirnya, setelah melakukan penerawangan [1] dan mencoba berdasarkan insting, hahay, akhirnya bisa juga masang paket-paket yang dibutuhin. Perintah yang saya gunakan:

sudo pear install structures_linkedlist-0.2.2

sudo pear install file_marc-1.1.1

LANCAR!!! Akhirnya dengan memasang berkas-berkas tersebut, fungsi impor MARC berhasil diaktifkan :D. Eh...koq itu versi file_marc-nya beda sama yang pertama? Iya, setelah dilihat pada situs http://pear.php.net, ternyata berkas file_marc sudah terbarui. Tapi untuk berkas structures_linkedlist versi stabilnya masih versi dengan nomor yang sama. Akhirnya, itulah yang saya gunakan :).

Demikian, semoga bermanfaat.


Bahan bacaan:
[0] http://buitenzorg812.blogspot.com/2013/05/mengaktifkan-fitur-import-marc-di-slims.html
[1] http://stackoverflow.com/questions/19804850/how-do-i-solve-this-php-pear-error-install-pear-on-fedora
on 16 Mar 2015 05:03 PM

One Plus One

Jan Peter

Saya kehilangan LG G2 saya sehingga saya tak lagi bisa mengoprek perangkat tersebut. Saya memutuskan untuk mencoba perangkat legendaris, One Plus One (OPO). Perangkat ini murah, tetapi spesifikasi seperti G3 dan Note 4. Hanya saja, dia seperti GMail masa Beta, Anda takkan bisa memesan langsung tanpa undangan.

Setelah mengemis meminta bantuan undangan di media sosial, rekan saya memberitahukan tentang program Lazada. Akhirnya, saya mendaftarkan diri di forum One Plus dan langsung mendapatkan 1 undangan yang hanya berlaku 48 jam. Kejam nian! Ah, bulan ini saya terpaksa mengencangkan ikat pinggang.

Saya baca banyak tulisan, terutama program 4 Maret 2015 Lazada yang membuka pemesanan One Plus One selama sejam. Mereka bilang perangkat ini bisa sampai sangat lama. Hitungannya minimal 2 minggu. Untungnya saya, dalam tiga hari perangkat ini telah ada di tangan saya. Terima kasih, Tuhan.

Kesan Pertama

Nanti saya coba unggah hasil video membuka bungkusan. Saya terkesan dengan pemaketan One Plus One. Isi dari paket yang datang, antara lain:

  • Telepon OPO
  • Pengisi daya 2100 mA, kabelnya bisa dicopot untuk penhubung USB.
  • Satu tempat tambahan untuk Nano SIM (kartu SIM nano).
  • Satu pin pembuka tempat USIM (kartu SIM mikro).

Tempat USIM menyatu dengan perangkat, sehingga sekilas tidak terlihat. Sungguh luar biasa disain OPO. Saya pikir sulit, tetapi ternyata hanya mencolokkan pin pembuka maka tempat USIM terpental keluar.

Kulit OPO seperti bahan teflon, kasar dan lengket. Di satu sisi, lapisan ini membuat OPO tidak gampang terlepas dari tangan. Tapi, saya pikir bakal itu juga yang membuat OPO gampang kotor. Ternyata, setelah tak sengaja membuat kotor, kotoran dapat mudah dibersihkan.

Yang saya tak duga, OPO menghasilkan foto yang cukup tajam. Wow, sayangnya saya tidak suka selfie.

Test capturing monitor What better to test details but a naked motherboard?

Silakan klik sendiri untuk gambar aslinya.

Pindah ROM

Seperti motto dari OPO, saya tidak suka ROM pabrikan. Terutama, saya tidak suka ROM pabrikan OPO. Berikut alasan saya:

  • ROM dibuat dari CyanogenMOD 11s, masih KitKat.
  • WhatsApp mengenali OPO sebagai ROM Kustom.
  • Semenjak saya mengaktifkan ART, tampilan saya sering tidak mau menyala. Sepertinya ada galat pada sensor proksimitas. Lagipula, sepertinya OPO CM11s tidak kompatibel sehingga kembali ke Dalvik.

Kalau saya baca, kemungkinan bulan depan akan muncul versi resmi ROM OPO yang Lollipop. OPO menyebutnya Oxygen OS. Kalau lihat dari komposisi timnya, sepertinya Oxygen OS akan dibuat dari Paranoid Android. Kita lihat saja nanti, tetapi sebelum itu, saya mau pasang yang lain.

Buat Salinan Data Anda!

Proses membuka kunci bakal menghapus data di Internal Storage. Simpan data Anda terlebih dahulu! Serius!

Bahan-bahan

Sebelum memulai, silakan unduh bahan-bahan berikut.

Saya sengaja memberi 2 jenis tautan. Halaman yang berisi daftar ROM dan ROM versi langsung. Saya menyarankan agar memilih halaman daftar ROM dan memilih versi baru. Biasanya lebih stabil.

Selain TWRP, semua ZIP unduh ke OPO. TWRP membutuhkan cara khusus untuk masuk.

Buka Kunci OPO

Sebelum lanjut, pastikan bahwa perkakas fastboot maupun ADB dapat mengakses perangkat Anda.

ROM CM Recovery tidak dapat dipakai untuk memasang ROM berbeda. Saya harus memasang TWRP untuk itu. Saya mendapatkan cara memasangnya dari sebuah trit di Forum OPO.

Masuk ke dalam Fastboot

  1. Matikan OPO. Jangan hubungkan kabel USB.
  2. Tekan tombol Volume Naik + Daya untuk masuk ke modus Fastboot.
  3. Setelah masuk ke Fastboot, hubungkan OPO ke komputer dengan kabel USB.

PERHATIAN! PROSEDUR SETELAH INI AKAN MENGHAPUS SEMUA (FACTORY RESET). PASTIKAN ANDA SUDAH MENYELAMATKAN DATA ANDA! KEHILANGAN DATA SALAH SENDIRI.

Buka kuncian OPO:

fastboot oem unlock

Masuk ulang ke OPO:

fastboot reboot

Karena proses ini melakukan factory reset, pastikan kembali bahwa perkakas fastboot maupun ADB dapat mengakses perangkat Anda. Aktifkan kembali USB Debugging.

Non-aktifkan proteksi CM Recovery. Caranya:

  1. Masuk ke Setelan => Opsi pengembang
  2. Hapus tanda centang/non-aktifkan Update Cyanogen recovery

Selanjutnya, pasang TWRP

Memasang TWRP

Masuk kembali ke Fastboot dan pasang TWRP di mode tersebut:

fastboot flash recovery openrecovery-twrp-2.8.5.1-bacon.img

Selanjutnya, masuk ke TWRP:

fastboot reboot recovery

Di dalam TWRP inilah nantinya kita memasang sistem kita.

Pasang ROM

Pertama-tama, hapus tembolok, sistem, dan data. Seperti biasa:

Wipe => Advanced Wipe => Pilih Dalvik Cache, System, Data, Cache => Swipe to Wipe

Dua partisi, Internal Storage dan USB-OTG tidak dipilih.

Selanjutnya, kembali ke menu utama. Pilih Install. Pasang ROM dengan urutan:

  1. cm-12-20150312-ROBBIEL811-SM4.8-bacon.zip
  2. Slim_mini_gapps.BETA.5.0.x.build.0.x-20150313.zip
  3. bacon_firmware_update_2015_01_29.zip
  4. UPDATE-SuperSU-v2.46.zip

Setelah itu, nyalakan ulang OPO untuk masuk ke sistem yang baru.

Selesai.

CM12 build by Robbiel811

CM12 build by Robbiel811

Referensi

on 16 Mar 2015 02:13 PM

Saya rasa ada di suatu entri di blog ini. Tapi, saya membuat tulisan ini agar lebih jelas.

Aturan UDEV Android

Agar Android dapat dikenali, pasang aturan UDEV untuk Android. Baik systemd maupun sysvinit dapat menikmati ini.

Unduh berkas aturan dan taruh ke direktori aturan UDEV.

sudo wget https://raw.githubusercontent.com/M0Rf30/android-udev-rules/master/51-android.rules -O /etc/udev/rules.d/51-android.rules

Muat ulang UDEV.

sudo /etc/init.d/udev restart

Selanjutnya aktifkan modus USB Debugging.

USB Debugging

Aktifkan USB DEBUG pada menu Pengembang. Caranya:

  1. Masuk ke Setelan => Tentang ponsel
  2. Tap beberapa kali pada Nomor bentukan
  3. OPO akan memberitahukan Anda kalau Anda sudah masuk ke menu pengembang.
  4. Keluar dari menu Tentang ponsel dan masuk ke menu Opsi pengembang
  5. Aktifkan Android Debugging
  6. Hubungkan komputer ke OPO dengan kabel USB. Lalu izinkan debugging USB.
    ADB enable access from PC

    ADB enable access from PC

Selesai.

Contoh Kalau Berhasil

Kalau berhasil, Anda bisa lakukan ini pada mode Recovery atau Normal:

$ adb devices
List of devices attached 
4aea6b78        device

Saat telepon Anda dapat masuk ke dalam mode Fastboot, maka yang terdeteksi adalah sebagai berikut:

$ fastboot devices
4aea6b78        fastboot

Selesai.

on 16 Mar 2015 11:55 AM

Ini adalah Yakuake versi yang belum dirilis dan berjalan pada sistem yang belum rilis pula, Kubuntu 14.10. Saya cuma mau menulis catatan saja. Itu sebabnya, saya tidak akan menulis dengan lengkap.

Pagi ini Yakuake saya rusak. Penyebabnya adalah Yakuake masih menggunakan Konsole dari KDE4, sedangkan Kubuntu telah mengganti dengan KF5 (nama resmi KDE5 adalah KF5). Ya, sudah, saya pun mencari kode sumber untuk dapat memasang Yakuake.

Saya mesti memasang:

 

sudo apt-get install extra-cmake-module libkf5notifyconfig-dev libkf5newstuff-dev libkf5parts-dev libqt5x11extras5-dev

Selanjutnya saya mengambil Yakuake dari cabang GIT untuk KF5:

git clone git://anongit.kde.org/yakuake.git -b frameworks

Ciptakan direktori untuk kompilasi dan masuk ke sana.

mkdir yakuake/bangun && cd yakuake/bangun

cmake ../     -DCMAKE_BUILD_TYPE=Release     -DCMAKE_INSTALL_PREFIX=/usr     -DLIB_INSTALL_DIR=lib     -DKDE_INSTALL_USE_QT_SYS_PATHS=ON     -DSYSCONF_INSTALL_DIR=/etc
make -j3
sudo make install

Selesai.

Referensi

on 16 Mar 2015 09:46 AM

13 Mar 2015

PT K-24 Indonesia merupakan salah satu waralaba apotik yang melayani penjualan obat 24 jam nonstop dan telah buka dibeberapa kota di Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Yogyakarta ini membuka kesempatan kepada Anda yang memiliki kemampuan Linux.

Posisi yang dibuka adalah Linux System Engineer dengan persyaratan sebagai berikut:
a. Bachelor degree in Information Technology
b. Age between 25 – 30
c. Able to work in team or individual
d. Willing to be placed in Jogjakarta
e. Essential Skills :
- Linux - Centos would be great
- Tomcat
- AWS or similar technologies
- Shell scripting
- Ruby
- Apache
- nginX, Varnish
- CVS, SVN and Git
- load balancing - See more at: http://www.apotek-k24.com/peluangKarir/linux-system-engineer#sthash.fo1Dyg1K.dpuf
1. Lulusan S1 Teknologi Informasi dan serumpun
2. Umur 28 s.d. 30 tahun
3. Mampu bekerja secara tim maupun individu
4. Bersedia ditempatkan di Yogyakarta
5. Memahami Linux distro Centos lebih baik
6. Memahami Tomcat
7. Memahami teknologi AWS atau sejenisnya
8. Memahami Shell scripting
9. Memahami Ruby
10. Memahami Apache, Nginx, Varnish
11. Memahami CVS, SVN dan Git
12. Memahami load balancing


Surat lamaran dan curriculum vitae dapat dikirimkan melalui surel hrd.yogyakarta@k24.co.id dengan mencantumkan kode posisi LX/WEB pada
LX/WEB
subyek. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://www.apotek-k24.com/peluangKarir/linux-system-engineer.

Selain itu ada posisi sebagai Network Engineer yang juga mensyaratkan Linux, http://www.apotek-k24.com/peluangKarir/network-engineer.
hrd.yogyakarta@k24.co.id
a. Bachelor degree in Information Technology
b. Age between 25 – 30
c. Able to work in team or individual
d. Willing to be placed in Jogjakarta
e. Essential Skills :
- Linux - Centos would be great
- Tomcat
- AWS or similar technologies
- Shell scripting
- Ruby
- Apache
- nginX, Varnish
- CVS, SVN and Git
- load balancing - See more at: http://www.apotek-k24.com/peluangKarir/linux-system-engineer#sthash.fo1Dyg1K.dpuf
on 13 Mar 2015 06:37 AM

12 Mar 2015

Upgrading server from Apache HTTPd (Apache2) 2.2 to 2.4 has its bumps here and there. One of them is ACL. If you encounter denied access and on error log encounter this:

AH01630: client denied by server configuration

It probably means you had this in your config:

Order allow,deny
Allow from all

Those two lines must be changed into

Require all granted

Done.

Reference

on 12 Mar 2015 02:10 AM

11 Mar 2015

Informasi sebelumnya IBM akan menyelenggarakan Developer War Day dengan tema Membangun Kemandirian Nasional dengan OpenSource. Peluncuran kompetisi ini direncanakan tanggal 19 Maret 2015. 

Acara peluncuran IBM Developer War Day akan diselenggarakan di kantor IBM Indonesia Ruang Borobudur, Plaza Office Tower Jl. MH Thamrin Kav 28-30 Jakarta. Acara yang diselenggarakan pada 19 Maret 2015 pukul 16.00 akan diisi oleh:
1. Gunawan Susanto, Country General Manager IBM Indonesia
2. Firmansyah Lubis, Direktorat E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika (dalam konfirmasi)
3. Budi Raharjo, Penggiat FOSS Indonesia

Untuk mengikuti peluncuran kompetisi ini dapat mendaftar secara daring melalui https://www.eventbrite.com/e/indonesia-developer-war-day-launching-tickets-15943382085 atau menghubungi Ajeng melalui surel ibm_rsvp@gmanagement.co.id atau telepon (021) 722 3235. Informasi terkait dengan kompetisi dapat diakses di http://devwarday.com/.

on 11 Mar 2015 05:33 AM

05 Mar 2015


Apps Design Details  :
Pomodoro is an online platform for delivering pizza’s directly at your home. The business will operate only locally, in Albania, eastern Europe. Clients can choose to order pizza’s from the menu, or build their own pizza. Also, they will have the ability to remake a previous order, and get it delivered directly in their homes.

Source design : http://fav.me/d8kd7cu
on 05 Mar 2015 09:32 PM

04 Mar 2015

Paket Modem + Data dari Telkomsel

Melihat gambar di atas, paket MODIS 8 dengan modem Huawei E3131 bisa jalan dan dipasang dengan lancar pada Windows, Mac dan Android. Bahkan fitur wifi nya pun dengan mudah diaktifkan hanya dengan klik-klik. Namun bagaimana dengan pengguna Ubuntu?

Salah satu netbook yang pernah saya install ubuntu masih menggunakan 11.04 yang kemudian harus bisa menggunakan modem ini. Dan dengan petunjuk yang disediakan di halaman http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Deteksi_USB_Modem ternyata masih belum cukup. Kesulitannya adalah karena modem ini lebih dibaca sebagai media penyimpan daripada sebagai modem.

Berbagai cara yang ada pada hasil pencarian google, Alhamdulillah akhirnya berhasil pada link ini https://answers.launchpad.net/ubuntu/+question/255627 dan modem pun aktif dengan normal.

Tampilan desktop
Langkah-langkah,

  1. Buka Terminal
  2. Lakukan perintah di nomor selanjutnya
  3. cd ~/Downloads
  4. wget http://za.archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/u/usb-modeswitch/usb-modeswitch_2.2.0+repack0-2ubuntu1_i386.deb
  5. wget http://za.archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/u/usb-modeswitch-data/usb-modeswitch-data_20140529-1_all.deb
  6. sudo dpkg -i usb-modeswitch_2.2.0+repack0-2ubuntu1_i386.deb usb-modeswitch-data_20140529-1_all.deb
  7. lsusb
  8. lihat apakah kalimat ada seperti ini "Bus 001 Device 006: ID 12d1:15ca Huawei Technologies Co., Ltd."
  9. Jika Ya, lanjut ...
  10. sudo usb_modeswitch -W -I -v 12d1 -p 15ca -M 55534243123456780000000000000011062000000101000100000000000000
  11. lsusb
  12. Apakah telah berubah seperti ini "Bus 001 Device 006: ID 12d1:1506 Huawei Technologies Co., Ltd."
  13. Jika Ya, lanjut ...
  14. sudo modprobe usbserial vendor=0x12d1 product=0x1506
  15. Silahkan tunggu beberapa saat dan lihat ke applet network seperti pada gambar di atas.
  16. Selamat berselancar.
Bagaimana agar saat setelah reboot semua perintah itu tidak perlu dilakukan dan bagaimana membagi internetnya via wifi ? ;)

on 04 Mar 2015 06:36 PM

sumber : http://raditeputut.deviantart.com/art/Pastel-Flat-Icons-Themes-517760264

on 04 Mar 2015 01:16 PM

03 Mar 2015

Ada berbagai spam yang terkirim ke beberapa email client dan saya, salah satunya adalah spam tentang tawaran pekerjaan. Informasi tentang spam ini pernah di buat oleh dynamoo di blog nya.

Tipikan dari spam ini adalah:

  1. Pengirim adalah kita sendiri
  2. Melakukan penawaran pekerjaan yang menyuruh kita untuk membalas ke email lain

Contoh:

From: saya
To: saya
Subject: Penawaran terbaik
Date: 2 Mar 2015 20:52:48 +0600
Message-ID: <002301d054fc$03b3d226$2da20587$@udienz.web.id>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain;
        charset="windows-1252"
Content-Transfer-Encoding: 8bit
X-Mailer: Microsoft Outlook 14.0
Thread-Index: Ac0fi9o9dj7c55fh0fi9o9dj7c55fh==
Content-Language: en

Perhatian!
Perusahaan internasional membutuhkan karyawan di Indonesia!
Kita membutuhkan orang dengan keterampilan organisasi, pengetahuan tentang Internet, Office.

ika Anda adalah orang yang keputusan dan tahu bagaimana bekerja dalam sebuah tim,
Anda adalah seorang pekerja yang handal dan penuh keinginan untuk sukses - kami membutuhkan Anda.

Pekerjaan yang stabil dan penghasilan yang layak dijamin.
Silakan jika Anda tertarik pada lowongan ini, silahkan kirim informasi kontak Anda:
Nama Depan:
negara:
kota:
E-mail:

Kontak kami: alexandre@idhomejob.com

 

Jangan sekali kali membalas email tersebut! Untuk mengatasinya saya menyarankan untuk:

  • Jika anda mempunyai kuasa atas domain anda maka mohon menambahkan SPF dan DMARC record. Tujunya adalah membantu email server dalam mengidentifikasi bahwa email yang datang/pergi memang benar-benar dari network/system kita.
  • Dalam DMARC record perlu di tambahkan opsi agar selalu menggunakan kunci DKIM.
  • Melakukan optimasi spamassassin.

Untuk petunjuk melakukan pemasangan SPKF, DKIM dan DMARC silakan merujuk ke blog Bapak Vavai berikut. Dalam domain saya yaitu udienz.web.id dan mahyudd.in sudah terpasang SPF dan DKIM yang berguna untuk menangkal phising dan sproffing email tersebut. Berikut adalah tangkapan layar spam yang sempat terjaring oleh Gmail.

11044631_10153169266213281_6392055027775203511_n

Untuk spamassassin saya menggunakan rules sebagai berikut yang sudah saya push ke github:

## Fake Job Offer
rawbody UDIENZ_FAKEJOB /\@((id|uk|eur|euro)homejob|(g|usa)bearn|globbalpresence|comercioes|easy4edu).com|recognizettrauma.net/
describe UDIENZ_FAKEJOB Fakejob offer See: http://blog.dynamoo.com/2015/03/fake-job-offer-ukhomejobcom-and-many.html
score UDIENZ_FAKEJOB 20

Sekali lagi, jangan pernah membalas email tersebut!

UPDATE, berikut adalah daftar domain yang digunakan:

  • globbalpresence.com
  • recognizettrauma.net
  • gbearn.com
  • comercioes.com
  • eurohomejob.com
  • fastestrades.com
  • usaearns.com
  • idhomejob.com
  • ukhomejob.com
  • eurhomejob.com
on 03 Mar 2015 08:28 AM

27 Feb 2015

Pengembang sistem operasi BlankOn beberapa waktu lalu mengadakan lomba pengembangan aplikasi menggunakan HTML5. Dalam dekat ini IBM akan mengadakan lomba pengembangan aplikasi, IBM Developer War Day dengan tema Membangun Kemandirian Nasional dengan OpenSource. Lomba yang dapat diikuti oleh tim atau individual. Untuk tim maksimal terdiri dari maksimal 5 orang.

Tema yang bisa diangkat adalah Bidang Maritim, Bidang Kesehatan/Layanan Publik atau Mikrofinansial. Persyaratan sistem operasi dalam lomba yang diperkenankan RHEL, SLES, Fedora, OpenSuse, Ubuntu, atau Debian. Diharapkan aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan pada platform Power Systems. Peranti lunak yang digunakan tentunya aplikasi berlisensi bebas.

Bicara lomba tidak jauh dari hadiah yang menarik. Hadiah yang ditawarkan oleh IBM adalah Uang Tunai, Pelatihan Gratis, Mentoring, dan Bantuan Promosi. Tentu hadiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi lengkap terkait lomba akan disampaikan pada tanggal 19 Maret 2015. Jadi jangan lupa mencatat tanggal tersebut untuk memantau akun media sosial IBM.

on 27 Feb 2015 06:27 AM

26 Feb 2015

vagrant box di buaya

Mahyuddin Susanto

Pada saat ini buaya.klas.or.id telah menyediakan box untuk vagrant [0] dengan provider virtualbox. Hingga detik ini, beberapa distro yang didukung adalah Centos 5/6/7, Debian 7, OpenSUSE, Ubuntu, Lubuntu dan FreeBSD.

Untuk mengunduh box, dapat dilihat pada halaman berikut:
http://vagrant.klas.or.id/box/current/

Untuk kode sumber builder dapat ditemukan pada halaman github berikut:
https://github.com/udienz/packer

Contoh penggunaan;

mkdir debian-7.8.0-amd64
vagrant box add --provider virtualbox debian-7.8.0-amd64 http://vagrant.klas.or.id/box/current/virtualbox-debian-7.8.0-amd64.box
vagrant init debian-7.8.0-amd64
vagrant up

atau;

mkdir debian7-amd64
vagrant init buaya/debian7-amd64
vagrant up

untuk melihat shorturl vagrant buaya pada atlas dapat merujuk pada url berikut [2]

Tentang Vagrant

Vagrant adalah sebuah program yang memanfaatkan teknologi Mesin Virtual yang memungkinkan kita untuk membuat lingkungan development software secara portable, mudah di duplikasi, konsisten, sehingga proses pengembangan lebih fleksibel.

Jika menemukan bug, atau usulan improvisasi mohon melaporkan pada github.

Terimakasih


[0] https://www.vagrantup.com/
[1] https://www.virtualbox.org/
[2] https://atlas.hashicorp.com/boxes/search?provider=virtualbox&q=buaya

on 26 Feb 2015 09:15 AM

24 Feb 2015

FTI Festival 2015

Arif Syamsudin

http://fti Festival 2015

Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI. Acara ini terbuka untuk umum, yang akan diisi dengan seminar, open house, banyak perlombaan dan pelatihan.

Bagi yang tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan ini, silahkan kunjungi situs http://fti2.yarsi.ac.id atau cukup dengan meng-klik gambar di atas.

AYO, RAMAIKAN FTI FESTIVAL 2015!!!
on 24 Feb 2015 03:38 PM

14 Feb 2015

Gambar 1. Logo Gnome
Memilih lingkungan destop (desktop environment - DE) pada sistem operasi GNU/Linux merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan daripada-nya. Selain tentunya kebebasan kita memilih distribusi GNU/Linux mana yang akan kita gunakan, itulah. Sesuatu yang tidak akan kita temukan pada sistem operasi lain, mungkin, karena nyatanya jumlah distribusi GNU/Linux sampai saat ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya keinginan pengguna terutama pengguna yang menginginkan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

Ya, sehari-hari. GNU/Linux tidak lagi hanya mendominasi mesin-mesin peladen (server) yang hanya dapat digunakan oleh para administrator sistem, atau pun pengembang-pengembang perangkat lunak. Saat ini penggunakan GNU/Linux sudah masuk ke dalam penggunaan di atas meja kerja, destop (desktop). Digunakan untuk melakukan kegiatan komputasi atau perkantoran setiap hari. Menulis surat, mencetak, mengirim surel, dan lain sebagainya. Memang penggunaan GNU/Linux sebagai sistem operasi sehari-hari belum se-mendominasi seperti sistem operasi yang biasa kita ketahui, MS Windows. Tapi perlahan, dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan sistem operasi yang aman, dapat diandalkan, bukan tidak mungkin GNU/Linux dapat lebih sering kita temu dalam memberikan solusi untuk pekerjaan sehari-hari.

Saat ini saya putuskan untuk lingkungan destop Gnome. AFAIK, berdasarkan pengetahuan sederhana saya, Gnome merupakan lingkungan destop yang sudah memiliki banyak varian. Ada Unity, yang dikembangkan oleh Canonical untuk Ubuntu. Yang ter-gres, ada Manokwari yang dikembangkan oleh para pengembang BlankOn. Saya suka kesederhaannya, tapi sangat kuat -- apa ya padanan kata powerfull?--. Tidak terlalu membebani sistem dan dapat memenuhi keinginan saya, saat ini, untuk DE yang cukup bergaya :D.

Lho ini koq jadi malah ngelantur. Yang saya ingin dokumentasikan di sini adalah, permasalahan saya ketika menggunakan Gnome 3, setelah melakukan pembaruan pasca pemasangan, saya mendapatkan indikator baterai pada laptop yang dipasangkan, tidak muncul. Padahal, pada saat pemasangan, sebelum dilakukan pembaruan, indikatornya muncul.

Nah, solusinya adalah, dengan memasang PPA Gnome 3 Staging yang ada pada launchpad. Itu yang saya dapatkan dari salah satu situs diskusi tentang Ubuntu. Masukkan repo PPA pada sistem yang Anda gunakan, di dalam program terminal, dengan menggunakan perintah:
$ sudo add-apt-repository ppa:gnome3-team/gnome3-staging
Ikuti perintah yang muncul pada terminal. Setelah proses penambahan PPA selesai, silahkan segarkan cache sistem Anda dengan perintah
$ sudo apt-get update
Lalu lakukan pembaruan dengan menggunakan perintah:
$ sudo apt-get upgrade && sudo apt-get dist-upgrade
Setelah semua proses selesai dilalui, Anda bisa menikmati kembalinya indikator baterai pada laptop Anda ketika menggunakan Gnome 3 dan versi Gnome yang digunakan pun meningkat, menjadi Gnome 3.12.2.

Ah...semua happy :).

Bahan bacaan:
  1. http://askubuntu.com/questions/450347/no-battery-icon-in-ubuntu-gnome-14-04
  2. https://launchpad.net/~gnome3-team/+archive/ubuntu/gnome3-staging
  3. http://www.gnome.org/
  4. http://www.blankonlinux.or.id/ 
on 14 Feb 2015 01:44 PM

03 Feb 2015

Fix permission /dev/kvm

Mahyuddin Susanto

Problem ini sangat umum ketika kita memasang qemu-kvm, contohnya ketika akan melakukan pembuatan mesin virtual dengan cara berikut:

/usr/bin/qemu-system-x86_64 -netdev user,id=user.0,hostfwd=tcp::3213-:22 -device virtio-net,netdev=user.0 -drive file=output-qemu/packer-qemu.qcow2,if=virtio,cache=writeback -boot once=d -name packer-qemu -machine type=pc,accel=kvm -cdrom packer_cache/ubuntu.iso -m 512M -vnc 0.0.0.0:47
Could not access KVM kernel module: Permission denied

Atau error seperti berikut

2015 /02/03 18:33:37 packer-builder-qemu: 2015/02/03 18:33:37 Qemu stderr: Could not access KVM kernel module: Permission denied
2015/02/03 18:33:37 packer-builder-qemu: 2015/02/03 18:33:37 Qemu stderr: failed to initialize KVM: Permission denied
2015/02/03 18:33:37 ui error: ==> qemu: Error launching VM: Qemu failed to start. Please run with logs to get more info.
2015/02/03 18:33:37 ui: ==> qemu: Deleting output directory...
==> qemu: Error launching VM: Qemu failed to start. Please run with logs to get more info.
2015/02/03 18:33:37 ui error: Build 'qemu' errored: Build was halted.
2015/02/03 18:33:37 Builds completed. Waiting on interrupt barrier...

Hal ini dikarenakan ACL pada berkas /dev/kvm yang belum memasukkan user kita, contohnya:

sudo getfacl /dev/kvm
getfacl: Removing leading '/' from absolute path names
# file: dev/kvm
# owner: root
# group: kvm
user::rw-
group::rw-
other::---

Seharusnya pada kolom user ada user kita :(. Untuk mengatasinya kita perlu melakukan modifikasi ACL pada berkas /dev/kvm dengan cara:

sudo setfacl -m user:$USER:rw- /dev/kvm

contoh jika user adalah udienz:

sudo setfacl -m user:udienz:rw- /dev/kvm
sudo getfacl /dev/kvm
getfacl: Removing leading '/' from absolute path names
# file: dev/kvm
# owner: root
# group: kvm
user::rw-
user:udienz:rw-
group::rw-
mask::rw-
other::---

Silakan dicoba

Referensi:

  1. https://bbs.archlinux.org/viewtopic.php?id=69454
  2. http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1976606
  3. http://forums.debian.net/viewtopic.php?f=10&t=111711&sid=e550c9b1d0a8bec4ff430ec9f3858569&start=15
  4. http://stevedowe.me/2014/09/fix-permissions-error-with-kvm-virtual-machine-on-debian.html
on 03 Feb 2015 11:58 AM

28 Jan 2015


Saya hanya mencoba menjalankan via live CD tidak berminat untuk memasang Ubuntu sebagai pendamping OS X di MacBook Pro 11.2 ini karena seluruh kebutuhan pekerjaan sudah ada di OS X. Jika keinginan memasang Ubuntu di MacBook Pro 11.2, silahkan ikuti petunjuk tautan dibawah.

https://help.ubuntu.com/community/MacBookPro11-1/Saucy

Beberapa perangkat keras di MacBook Pro 11.2 setelah pemasangan ubuntu selesai, banyak yang belum support tapi dapat disiasati dengan beberapa konfigurasi dibawah, selain beberapa isu perangkat keras dibawah sudah bisa berjalan lancar di MacBook Pro 11.2.
  • Pemasangan Ubuntu melalui Live CD USB flash drive ( Unetbootin atau Startup Disk Creator ) 
  • Boot EFI : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti di tautan ini 
  • AirPort Wireless BCM4360 - perlu pemasangan driver dan konfigurasi ikuti petunjuk pemasangan tautan ini, saya sarankan menggunakan koneksi modem GSM, karena tidak ada lagi LAN Port kecuali anda punya converter LAN Port ke port Thunderbolt atau port USB, yang terpenting adalah cari cara untuk terkoneksi dengan repository Ubuntu.
  • Speaker : Sudah berjalan lancar jaya, tanpa konfigurasi lagi.
  • Touchpad Multitouch : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti  tautan ini 
  • Retina Display : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti tautan ini.
  • Keyboard : lancar jaya perlu sedikit konfigurasi untuk mengaktifkan FN mode ikuti tautan ini.
  • Port HDMI : sudah dapat digunakan baik menampilkan gambar dan mendengarkan sound dari port HDMI.
  • iSight Camera : sudah bisa berjalan sejak ubuntu 14.10, untuk ubuntu 13.10 tidak berjalan.

Selamat mencoba hacking MacBook Pro Retina 15 :)

on 28 Jan 2015 05:29 PM

27 Jan 2015

Cerita dari Pengembang: Our Story In 1994, two programmers started working on a web browser. Our idea was to make a really fast browser, capable of running on limited hardware, keeping in mind that users are individuals with their own requirements and wishes. Opera was born. Our little piece of software gained traction, our group […]
on 27 Jan 2015 10:16 PM

26 Jan 2015

Banyak yang mengatakan usaha warnet saat ini sudah mulai redup. Dari pengalaman saya menjadi pengusaha warnet sejak tahun 2003-an, dibandingkan dengan masa lalu saat internet masih merupakan barang “mewah”, memang usaha warnet sendiri sudah turun pamor, dengan murahnya koneksi pribadi dan murahnya laptop.

Akan tetapi bukan berarti tidak ada peluang untuk mengembangkan warnet/gamecenter dengan menambah fasilitas dan usaha-usaha sambilan yang lain. Sebagai pengusaha, kita dituntut untuk jeli dalam mencari peluang untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

Berikut ini saya tuliskan fasilitas penunjang warnet dan usaha sambilan yang mungkin bisa kita kembangkan:

Printer dan Scanner: ini mungkin fasilitas standar, tetapi karena printer merupakan barang yang gampang rusak/trouble, kadang kita tidak cepat tanggap. Saran saya, jangan biarkan printer/scanner dalam keadaan trouble, kalau perlu sediakan printer cadangan bila printer utama trouble, sebab mungkin banyak orang yg punya laptop dan komputer pribadi atau bahkan gadget, tapi kebutuhan akan printer yang jarang dan biasanya mendesak membuat banyak orang mencari tempat ngeprint di luar daripada beli printer sendiri. Demikian juga scanner.

Jualan pulsa : ini juga fasilitas sederhana tetapi cukup membantu pemasukan, sebab, banyak pelanggan warnet yang kadang perlu isi pulsa tetapi malas untuk keluar. Cari agen pulsa all in one, yang memiliki fasilitas transfer dana di ATM dan bisa di akses melalui messenger, misalkan yahoo messenger dan lain sebagainya.

- Jualan Voucher Game : Ada banyak voucher game yang sekarang beredar, untuk voucher yang sering diminati oleh pemain, lebih baik beli langsung ke agennya, misalkan voucher gemschool, lyto dan megaxus, untuk voucher yang lainnya juga bisa dijadikan satu dengan agen voucher all in one misalkan gudangvoucher atau yang lainnya.

Jasa Pengetikan dan Terjemahan: Ini juga merupakan fasilitas tambahan yang mungkin juga standar, tetapi sering juga menambah pemasukan, biasanya merupakan tambahan bagi operator juga. Tips untuk jasa terjemahan ini, yaitu gunakan google translate :) , karena saat ini mutu terjemahan dari google translate semakin baik, cuman memang masih perlu perbaikan sedikit-sedikit.

- Jualan Flashdisk, Memory Card, Kertas, CD, Keyboard, Mouse dan aksesoris komputer lainnya.

Jasa Desain Grafis : Untuk keperluan-keperluan sederhana, misalkan buat undangan, banner sederhana dan lain sebagainya.

Mungkin masih banyak lagi usaha yang bisa dilakukan sebagai tambahan usaha warnet, tetapi saya pribadi belum pernah mencobanya misalkan jual tiket pesawat/hotel/kereta dll atau jualan voucher-voucher yang lainnya. Karena kelebihan usaha warnet adalah bisa numpang koneksi gratis.

Kunci sukses dalam usaha adalah mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini serta perhitungan yang matang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Semoga tips diatas bisa menjadi pandangan dalam mengembangkan usaha warnet anda.


on 26 Jan 2015 10:43 PM

22 Jan 2015

Dengan munculnya Android di Smartphone, kita semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan utamanya dalam komunikasi. Kemudahan saat bekerja memakai laptop/pc dan bisa berkomunikasi memakai aplikasi yang sedang naik daun saat ini tetap bisa kita lakukan… salah satunya dengan WhatsApp Web Based, sehingga kita tidak perlu buka smartphone, apalagi jika smartphone sedang di charge… ;-) Visual aja […]
on 22 Jan 2015 06:29 AM

21 Jan 2015

banyak orang yang  saat memulai usaha warnet dan gamecenter bertanya-tanya,  apakah warnet dan game tersebut dipisah atau digabung. Ada untung dan rugi kalau game dan warnet digabung dan dipisah. Berikut ini saya rangkum pendapat saya dari pengalaman pribadi.

Latar Belakang Pelanggan

Latar belakang pelanggan warnet dan game biasanya berbeda. Pelanggan warnet biasanya punya tujuan yang jelas misalkan ngeprint, nulis email fb, chating dll dan kalau tujuannya tersebut sudah selesai biasanya tidak berlama-lama. Kalau pelangan game, biasanya tujuannya adalah bersenang-senang dan sosialisasi.

Segi Teknis Pemakaian Warnet dan Game

Pemakaian Bandwidth untuk warnet tidak terlalu butuh kestabilan, dan  Spesifikasi Komputer warnet juga tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan game.

Untuk gamecenter, diperlukan bandwidth yang stabil (walaupun tidak cepat) dan juga dibutuhkan spesifikasi komputer yang relatif tinggi.

Dan saya sampai saat ini masih belum menemukan solusi untuk tidak memakai windows kalau bikin gamecenter

Investasi

Tapi kerugian di pisah adalah investasi yang mahal, karena perlu disediakan tempat yang beda antara pengegame dan pengguna warnet.

Kesimpulan sementara

Saya pribadi memilih untuk memisah antara gamecenter dan warnet dengan alasan diatas.


on 21 Jan 2015 09:47 PM

Ok, kalau yang ditulis adalah tentang warnet dan ubuntu kayaknya akan susah, tetapi saya akan mencoba belajar menulis pemikiran saya tentang segala ketertarikan saya, misalkan: entrepreneurship, fisika, programming, lingkungan dan lain sebagainya.. intinya pokoknya menulis!

Katanya, jika kita ingin ahli dalam segala sesuatu, lakukan sebanyak 10 ribu kali!, apapun itu!.. yap! saya ingin ahli menulis :D,

Bagi yang telah subscribe dan menunggu tulisan tentang warnet, gamecenter, ubuntu dan sesuatu yang berhubungan dengan itu dan merasa tidak nyaman dengan tulisan yang lain, mohon maaf, mungkin bisa unsubscibe..

dan.. ini saya anggap tulisan pertama saya!, ok, masih kurang 9.999 kali menulis! :D


on 21 Jan 2015 09:42 PM

If the linux box behind the proxy. You must set terminal environment to use proxy. For curl command, you can ad -x arguments, installation of composer behind proxy is like this :

curl -s https://getcomposer.org/installer -x 192.168.1.5:8888 | php -d detect_unicode=off

and then for downloading laravel package, with php cli, first set env var using commang :

export https_proxy=”http://192.168.1.5:8888&#8243;

and then laravel composer create project command

php composer.phar create-project laravel/laravel

 

P.S: 192.168.1.5:8888 is proxy gateway


on 21 Jan 2015 10:31 AM

19 Jan 2015

Berkas presentasi Lokakarya “ZFS On Linux” bersama GNU/Linux Bogor (GLiB) tanggal 03 Januari 2015.

 

on 19 Jan 2015 08:34 AM

17 Jan 2015

Error :

configure: error: *** uuid support not found (this typically means the uuid development package is missing)

apt-get install uuid-dev libjannson-dev

Error :
PHP Fatal error: Cannot make static method DB::connect() non static in class freepbx_db in /var/www/freepbx/admin/libraries/freepbx_DB.php on line 57

pear uninstall db
pear install db-1.7.14

Error :
Module cxpanel successfully downloaded
Failed to install due to the following missing required module(s):<br /><br />manager<br /><br />Unable to install module cxpanel:

/var/lib/asterisk/bin/freepbx_engine: line 748: unexpected EOF while looking for matching `”‘
/var/lib/asterisk/bin/freepbx_engine: line 755: syntax error: unexpected end of file

amportal a ma download manager
amportal a ma install manager

Error :

freepbx blank white

amportal a dbug
amportal a ma delete cxpanel
cp /etc/freepbx.conf /etc/asterisk
chown asterisk:asterisk /etc/asterisk/freepbx.conf

 


on 17 Jan 2015 12:13 AM

16 Jan 2015

OpenSips Error Solving on Debian

Rolly Maulana Awangga

Error :

ERROR: No PID file found (/var/run/opensips.pid)! OpenSIPS probably not running

Solution :

chmod a+r /etc/opensips/opensips.cfg

or error in opensips.cfg file

in debian you can check error by

tail -f /var/log/syslog


on 16 Jan 2015 01:11 PM

13 Jan 2015

Empat bulan tanpa nge-blog… bukan tanpa pengalaman yang pastinya, tetapi karena banyaknya kegiatan dan pengalaman baru sehingga tidak menyempatkan diri lagi untuk corat-coret di SAH. BTB … “Berkurang Tetapi Bertambah” bingung dengan judulnya tetapi begitulah kenyataan yang dialami. Berawal dari kegiatan baru “ACP TKJ SMKN 1 KARAWANG” sebuah kelas khusus yang diselenggarakan satuan pendidikan bekerja […]
on 13 Jan 2015 05:22 PM

08 Jan 2015

just install apache2-mpm-itk

apt-get install apache2-mpm-itk

and edit file in virtual host add tag

<IfModule mpm_itk_module>
AssignUserId asterisk asterisk
</IfModule>

inside <virtualhost> tag in the end line


on 08 Jan 2015 10:06 AM

22 Dec 2014

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

The nmon tool is designed for AIX and Linux performance specialists to use for monitoring and analyzing performance data, including:

CPU utilization    
Memory use    
Kernel statistics and run queue information    
Disks I/O rates, transfers, and read/write ratios    
Free space on file systems    
Disk adapters    
Network I/O rates, transfers, and read/write ratios    
Paging space and paging rates    
CPU and AIX specification    
Top processors    
IBM HTTP Web cache    
User-defined disk groups    
Machine details and resources    
Asynchronous I/O -- AIX only    
Workload Manager (WLM) -- AIX only    
IBM TotalStorage® Enterprise Storage Server® (ESS) disks -- AIX only    
Network File System (NFS)    
Dynamic LPAR (DLPAR) changes -- only pSeries p5 and OpenPower for either AIX or Linux    

Also included is a new tool to generate graphs from the nmon output and create .gif files that can be displayed on a Web site.

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

# unzip sarmon_v1.10_64bit.bin_sparc.zip

3. Lakukan backup file aslinya.

# cp /usr/bin/sar /usr/bin/sar.orig
# cp /usr/bin/timex /usr/bin/timex.orig
# cp /usr/lib/sa/sadc /usr/lib/sa/sadc.orig

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

# mv sarmon_bin_sparc /usr/local/sarmon

5. Salin file SARMON

# cp /usr/local/sarmon/sar /usr/bin/sar
# cp /usr/local/sarmon/timex /usr/bin/timex
# cp /usr/local/sarmon/sadc /usr/lib/sa/sadc

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

# crontab -e
0 0 * * * /usr/local/sarmon/sa1 300 288 &

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

root@server01 # ls -al | grep nmon
-rw-r--r--   1 root     root       18160 Dec 16 16:36 sa16.server01_141216_1636.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791098 Dec 17 23:55 sa17.server01_141217_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791058 Dec 18 23:55 sa18.server01_141218_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      787889 Dec 19 23:55 sa19.server01_141219_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      788895 Dec 20 23:55 sa20.server01_141220_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791048 Dec 21 23:55 sa21.server01_141221_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      524666 Dec 22 15:40 sa22.server01_141222_0000.nmon

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

on 22 Dec 2014 09:22 AM

20 Dec 2014

in Turnkey Liux you cant edit general php.ini in /etc/php5/apache2/php.ini, but you need to create a new file inside conf.d folder with priority setting.

Turnkey Linux Remote


on 20 Dec 2014 05:39 AM