08 Nov 2026

Peringatan: tulisan ini membuka alur dan ending film serta serial Marvel dari 2019 sampai 2026, termasuk adegan tambahan Avengers: Endgame Encore. Tulisan ini untuk yang tidak sempat menonton semua judul di daftar tontonan sebelum Avengers: Doomsday. Isinya ringkasan cerita yang relevan saja, diurutkan dari akar masalah sampai adegan terakhir sebelum film tayang Desember 2026. Inti masalahnya: multiverse sedang runtuh Semua benang di Fase 4 sampai 6 Marvel mengarah ke satu hal. Ada banyak semesta paralel, dan semesta-semesta itu mulai saling bertabrakan. Tabrakan dua semesta disebut incursion, dan hasilnya keduanya hancur. Di Doomsday, pahlawan dari tiga semesta (Earth-616, Earth-828, Earth-10005) terseret ke krisis ini dan harus menghadapi Doctor Doom (Wikipedia). Akar: Endgame dan cabang waktu (2019) Di Avengers: Endgame, Avengers kembali ke masa lalu untuk mengambil Batu Infinity dan membatalkan jentikan Thanos. The Ancient One menjelaskan bahwa mengambil batu dari garis waktu aslinya bisa memunculkan cabang realitas baru. Tony Stark gugur. Steve Rogers mengembalikan batu ke tempatnya, lalu memilih tinggal di masa lalu bersama Peggy Carter, dan versi tuanya menyerahkan perisai Captain America ke Sam Wilson. Satu efek samping kecil di film itu ternyata besar: Loki versi 2012 kabur membawa Tesseract saat Avengers gagal mengambilnya di New York. Penjaga waktu: Loki (2021-2023) Loki yang kabur itu ditangkap TVA (Time Variance Authority), lembaga yang memangkas cabang waktu demi menjaga satu “Garis Waktu Suci”. Di musim pertama, Loki dan Sylvie menemukan bahwa TVA dijalankan He Who Remains. Sylvie membunuhnya, dan garis waktu kembali bercabang tanpa kendali. Di ujung musim kedua, mesin penenun garis waktu TVA gagal menahan cabang yang terus bertambah. Loki menghancurkannya, lalu duduk di singgasana di ujung waktu dan menahan semua garis waktu sendirian. Bentuknya berubah jadi pohon, Yggdrasil, yang membiarkan cabang-cabang hidup berdampingan. TVA kemudian bertugas merawat pohon itu, bukan lagi memangkasnya. Bukti bahwa batas semesta bisa jebol (2021-2022) Spider-Man: No Way Home memperlihatkan mantra Doctor Strange yang gagal, dan musuh serta Spider-Man dari semesta lain berdatangan ke semesta utama. Masalahnya baru selesai setelah semua orang di dunia melupakan Peter Parker. Doctor Strange in the Multiverse of Madness menamai ancamannya. Di film ini dijelaskan konsep incursion: kalau seseorang terlalu banyak mengacak semesta lain, semesta itu bisa bertabrakan dengan semesta lain dan hancur bersama. Strange sendiri melihat satu semesta yang sudah mati karena itu. Konsep inilah yang di Doomsday naik skalanya jadi ribuan semesta sekaligus. Semesta X-Men yang sekarat: Deadpool & Wolverine (2024) Film ini membawa semesta X-Men versi Fox (Earth-10005) ke dalam cerita. Semesta itu terancam hancur karena kehilangan “jangkar”-nya, yaitu Logan, yang sudah mati di film Logan (2017). Seorang agen TVA, Paradox, ingin mempercepat kehancurannya dengan mesin Time Ripper. Deadpool membawa Wolverine dari semesta lain untuk menjadi jangkar baru, Time Ripper dihancurkan, dan Paradox ditahan TVA. Hasilnya, semesta X-Men lama tetap hidup, tapi rapuh. Di Doomsday, Profesor X, Magneto, Cyclops, Mystique, Nightcrawler, Beast, dan Gambit dari semesta ini muncul kembali. Semesta utama tanpa Avengers (2025) Captain America: Brave New World menempatkan Sam Wilson sebagai Captain America, dan di akhir film ia bertekad membangun ulang Avengers. Thunderbolts* bergerak dari arah lain. Yelena Belova, Bucky Barnes, Red Guardian, John Walker, dan Ghost awalnya dijebak Valentina Allegra de Fontaine, lalu justru menjadi tim yang menyelamatkan New York dari Bob Reynolds alias Sentry dan sisi gelapnya, Void. Valentina mengumumkan mereka ke publik sebagai “New Avengers”. Adegan pasca-kreditnya melompat 14 bulan ke depan, ke markas mereka di bekas menara Avengers, dan memberi isyarat bahwa Fantastic Four akan datang ke semesta utama (Slashfilm). Doomsday berlatar di titik waktu yang sama. Jadi di semesta utama sekarang ada dua kubu yang sama-sama mengaku “Avengers”: tim Sam Wilson dan New Avengers. Keluarga dari semesta lain: The Fantastic Four: First Steps (2025) Film ini berlatar di Earth-828, dunia bergaya retro 1960-an. Reed Richards, Sue Storm, Johnny Storm, dan Ben Grimm menghadapi Galactus, makhluk pemakan planet yang menginginkan bayi Reed dan Sue, Franklin, karena kekuatannya yang luar biasa. Mereka berhasil mengusir Galactus. Adegan tengah kredit melompat empat tahun. Sue sedang bersama Franklin kecil, lalu mendapati anaknya ditemani sosok berjubah hijau yang memegang topeng logam: Doctor Doom. Wajahnya tidak diperlihatkan, dan film tidak menjelaskan apa maunya. Layar lalu menutup dengan tulisan bahwa Fantastic Four akan kembali di Avengers: Doomsday (Den of Geek). Banner menyendiri: Spider-Man: Brand New Day (2026) Bruce Banner muncul di film Spider-Man ini dalam kondisi berusaha menekan Hulk dengan alat penghambat gamma. Hulk-nya tidak sepenuhnya bisa dikendalikan (Slashfilm). Benang ini disambung langsung di adegan Endgame Encore. Empat adegan baru di Endgame Encore (2026) Avengers: Endgame Encore, versi tayang ulang yang masuk bioskop akhir September 2026, menambahkan empat adegan yang semuanya mengarah ke Doomsday (Laughing Place): Loki di pintu rumah Steve. Saat Steve dan Peggy berdansa, ada ketukan di pintu. Loki berseragam TVA berdiri di sana dan berkata ia bisa membantu mereka berdua. Loki tahu Steve ada di situ, padahal Steve sedang bersembunyi. Doom menjemput Banner. Beberapa bulan setelah Brand New Day, Banner yang berjanggut merekam video dari bunker bawah tanah. Ia mengurung diri karena takut lepas kendali, sambil bereksperimen dengan radiasi gamma. Sinyal terganggu, Doom muncul dan berkata, “Mr. Banner, I’ve come to collect you.” Keduanya lenyap dalam kilatan hijau. TVA panik. Mobius, O.B., dan Casey memantau dua dunia yang bertabrakan. Angka tabrakan lalu naik sampai 3.000 sekaligus, dan O.B. berteriak, “The multiverse is collapsing!” Topeng Doom ditempa. Bunyi palu di akhir Endgame asli, yang dulu dibaca sebagai penghormatan untuk Tony Stark yang menempa baju Iron Man pertamanya, kini berlanjut dengan potongan gambar Victor von Doom menempa topengnya. Benang yang perlu diingat saat menonton Dari semua film dan serial di atas, ada beberapa pertanyaan yang dibawa ke Doomsday: Doom mengumpulkan orang. Dua kali ia muncul, dua kali ia mendatangi seseorang dengan kekuatan besar: Franklin Richards dan Bruce Banner. Untuk apa, belum dijelaskan. Loki dan Steve. Loki sekarang penjaga pohon waktu, dan ia sengaja mendatangi Steve di masa lalu. Pilihan Steve di Endgame mungkin bukan lagi akhir yang tenang. Tiga semesta, satu krisis. Semesta utama, semesta Fantastic Four, dan semesta X-Men lama sama-sama terancam tabrakan. TVA melihat ribuan tabrakan terjadi bersamaan. Siapa Avengers sebenarnya. Tim Sam Wilson dan New Avengers sama-sama ada, dan keduanya harus bekerja dengan pahlawan dari semesta lain. Wajah yang sama. Doom diperankan Robert Downey Jr., pemeran Tony Stark. Adegan topeng di Encore sengaja menyejajarkan keduanya, dan apa artinya di dalam cerita belum dijelaskan. Satu catatan di luar layar: rencana awal penjahat utama saga ini adalah Kang, dan film ini sempat berjudul Avengers: The Kang Dynasty. Setelah Marvel memecat pemeran Kang, Jonathan Majors, pada akhir 2023, judul dan penjahatnya diganti menjadi Doom (Wikipedia). Itu sebabnya varian Kang yang diburu TVA di Loki tidak lagi jadi pusat cerita. Tulisan ini disusun berdasarkan film dan serial yang sudah tayang serta informasi per 8 November 2026. Penulis: Mahyuddin Susanto (tentang penulis, kontak). Tulisan ini dibantu oleh AI.
by Mahyuddin Susanto on 08 Nov 2026 09:00 AM tagged with Film, marvel, avengers doomsday, mcu, film
Avengers: Doomsday dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 18 Desember 2026, dan Inggris kebagian dua hari lebih awal (Wikipedia). Untuk Indonesia, sejauh ini baru ada kepastian bulan, yaitu Desember 2026; tanggal persisnya pantau akun Marvel Indonesia atau XXI, CGV, dan Cinépolis (Kompas TV). Pertanyaan yang paling sering muncul: perlu nonton apa dulu? Jawaban resmi Disney cukup santai, katanya penonton bisa langsung masuk tanpa pernah menonton film atau serial Marvel sebelumnya (Disney+). Itu benar kalau tujuannya sekadar menikmati adegan laga. Tapi film ini mempertemukan tiga semesta dan puluhan karakter, jadi beberapa judul akan sangat membantu supaya tidak bingung siapa melawan siapa dan kenapa. Sekilas tentang Avengers: Doomsday Film ini disutradarai Anthony dan Joe Russo, yang sebelumnya menggarap Infinity War dan Endgame. Naskahnya ditulis Stephen McFeely dan Michael Waldron. Penjahatnya Doctor Doom (Victor von Doom), diperankan Robert Downey Jr., aktor yang dulu memerankan Iron Man. Ceritanya berlatar 14 bulan setelah Thunderbolts*. Multiverse sedang runtuh, dan pahlawan dari tiga semesta terpaksa bergabung menghadapi Doom (Wikipedia): Semesta Tim yang datang Asalnya dari film Earth-616 (semesta utama MCU) Avengers, Wakanda, New Avengers (eks Thunderbolts) Film-film MCU sejak 2008 Earth-828 Fantastic Four The Fantastic Four: First Steps (2025) Earth-10005 X-Men versi Fox Seri X-Men (2000-2014), Deadpool & Wolverine (2024) Beberapa nama di daftar pemainnya: Chris Hemsworth (Thor), Tom Hiddleston (Loki), Anthony Mackie (Sam Wilson/Captain America), Chris Evans (Steve Rogers), Pedro Pascal (Reed Richards), Florence Pugh (Yelena Belova), Letitia Wright (Shuri), Simu Liu (Shang-Chi), Paul Rudd (Ant-Man), Channing Tatum (Gambit), serta Patrick Stewart, Ian McKellen, dan James Marsden yang kembali sebagai Profesor X, Magneto, dan Cyclops. Delapan judul wajib Kalau waktunya terbatas, cukup tonton ini. Urutannya mengikuti urutan rilis, yang juga urutan paling mudah diikuti. Avengers: Endgame (2019). Menetapkan aturan perjalanan waktu yang memunculkan cabang realitas, dan menutup kisah Steve Rogers. Kalau sempat, versi Avengers: Endgame Encore yang ditayangkan ulang di bioskop sejak akhir September 2026 punya adegan tambahan yang langsung mengarah ke Doomsday: Loki muncul di pintu rumah Steve dan Peggy, dan Doom datang menjemput Bruce Banner dari bunker tempatnya mengurung diri (Empire). Loki, musim 1 dan 2 (2021-2023). Mengenalkan TVA, lembaga yang menjaga garis waktu, dan menjelaskan posisi Loki di ujung musim kedua. Tom Hiddleston bilang serial ini titik berangkat Loki di Doomsday. Spider-Man: No Way Home (2021). Contoh paling jelas apa yang terjadi ketika semesta lain bocor ke semesta utama. Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022). Menjelaskan incursion, yaitu tabrakan dua semesta yang menghancurkan keduanya. Konsep ini inti ancaman di Doomsday. Deadpool & Wolverine (2024). Memperlihatkan semesta X-Men versi Fox (Earth-10005) yang sedang sekarat dan cara TVA memandangnya. Tanpa film ini, kehadiran X-Men lama di Doomsday bisa terasa datang tiba-tiba. Thunderbolts* (2025). Membentuk tim baru Yelena, Bucky, dan kawan-kawan. Adegan pasca-kreditnya, yang memperlihatkan kedatangan Fantastic Four, menurut sutradaranya memang diambil untuk Doomsday. The Fantastic Four: First Steps (2025). Mengenalkan Reed, Sue, Johnny, dan Ben dari Earth-828, plus anak mereka, Franklin. Adegan pasca-kreditnya menjadi petunjuk motif Doom. Spider-Man: Brand New Day (2026). Menunjukkan kondisi Bruce Banner yang memakai penghambat gamma untuk menahan Hulk, sambungan ke adegan bunker di Endgame Encore (Slashfilm). Film ini tidak ada di Disney+, jadi perlu beli atau sewa digital. Daftar ini diringkas dari panduan bertingkat 9to5Marvel, dengan Ant-Man and the Wasp: Quantumania (2023) saya pindahkan ke tambahan karena kaitannya ke Doom lebih tipis. Tambahan kalau punya waktu Judul berikut tidak wajib, tapi membuat banyak momen di Doomsday terasa lebih kena: X-Men (2000) dan X2 (2003). Dua film awal Fox yang memperkenalkan Profesor X, Magneto, Cyclops, Mystique, dan Nightcrawler versi aktor yang kembali di Doomsday. X-Men: Days of Future Past (2014). Penampilan bareng terakhir Patrick Stewart dan Ian McKellen sebelum Doomsday. Captain America: The First Avenger (2011) dan The Avengers (2012). Asal-usul Steve, Peggy, Bucky, serta Loki yang kabur membawa Tesseract. Avengers: Infinity War (2018). Gaya bercerita Russo bersaudara untuk film dengan penjahat sebagai pusat cerita dan pemain yang sangat banyak. Black Panther: Wakanda Forever (2022). Shuri sebagai Black Panther dan hubungan Wakanda dengan Namor, yang juga muncul di trailer. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Latar Shang-Chi sebelum direkrut ke Avengers. Captain America: Brave New World (2025). Sam Wilson sebagai Captain America yang mencoba membangun ulang Avengers. Ant-Man and the Wasp: Quantumania (2023). Membawa keluarga Lang ke cerita multiverse. Koleksi “Countdown to Avengers: Doomsday” di Disney+ juga bisa jadi pegangan; isinya sebagian besar judul di atas (9to5Marvel). Hal yang perlu diperhatikan Doom bukan Tony Stark. Robert Downey Jr. memang kembali, tapi sebagai karakter yang sama sekali berbeda. Russo bersaudara menggambarkan Doom sebagai penjahat yang licik dan penuh perhitungan, beda dengan Thanos yang mengandalkan kekuatan. Jangan berharap ada nostalgia Iron Man di sini. Siapkan stamina. Anthony Russo menyebut durasinya “sekitar dua setengah jam”. Angka 165 menit beredar dari laporan The Hollywood Reporter dan daftar jadwal AMC, tapi durasi resminya belum keluar (9to5Marvel). Ke toilet sebelum film mulai. Ingat tiga semesta. Kalau bingung kenapa ada dua Captain America atau kenapa Magneto tiba-tiba ada di sebelah Thor, kembali ke tabel di atas. Hampir semua kejutan kemunculan karakter berasal dari pertemuan Earth-616, Earth-828, dan Earth-10005. Hindari spoiler. Bocoran Endgame Encore sempat beredar di internet beberapa hari sebelum rilis (Gulf News), dan pola itu bisa terulang. Mendekati tanggal tayang, kurangi buka kolom komentar dan linimasa media sosial kalau ingin menonton dalam keadaan bersih. Jangan langsung keluar saat kredit bergulir. Belum ada konfirmasi soal adegan pasca-kredit Doomsday, tapi film Marvel hampir selalu punya, dan film ini jelas mengarah ke film berikutnya. Ini bukan akhir cerita. Doomsday adalah bagian pertama dari dua film penutup Multiverse Saga. Lanjutannya, Avengers: Secret Wars, dijadwalkan 17 Desember 2027 dan juga digarap Russo bersaudara. Jadi wajar kalau ending Doomsday menggantung, seperti Infinity War dulu. Rencana menonton empat minggu Kalau mulai sekarang, delapan judul wajib bisa selesai sebelum pertengahan Desember dengan ritme santai: Minggu Tontonan 1 Avengers: Endgame, Loki musim 1 2 Loki musim 2, Spider-Man: No Way Home 3 Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Deadpool & Wolverine 4 Thunderbolts*, The Fantastic Four: First Steps, Spider-Man: Brand New Day Musim 1 dan 2 Loki masing-masing enam episode, jadi minggu pertama dan kedua yang paling padat. Tulisan ini disusun berdasarkan informasi per 8 November 2026. Jadwal tayang Indonesia, durasi, dan daftar pemain bisa berubah sampai film rilis. Penulis: Mahyuddin Susanto (tentang penulis, kontak). Tulisan ini dibantu oleh AI.
by Mahyuddin Susanto on 08 Nov 2026 08:00 AM tagged with Film, marvel, avengers doomsday, mcu, film

07 Nov 2026

Matchday 3 fase liga Liga Konferensi (UEFA Conference League) 2026/27 dimainkan pada Kamis, 5 November 2026. Empat tim menang di ketiga laganya: Lugano memimpin dengan 9 poin dan selisih gol +7, disusul Panathinaikos, Twente, dan Monaco. Ajax menang 6-1 di markas Midtjylland, yang bermain dengan sepuluh orang sejak menit 43. Brighton menang 1-0 di Getafe dan menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di fase liga ini. Poin Penting Lugano (9 poin, selisih gol +7), Panathinaikos (+6), Twente (+6), dan Monaco (+6) menang di ketiga laganya. Panathinaikos, Twente, dan Monaco dipisahkan jumlah gol: 9, 8, dan 7. Ajax menang 6-1 di markas FC Midtjylland, yang kehilangan Kjell-Arik Wätjen lewat kartu kuning kedua di menit 43. Ajax berada di peringkat 11 dengan 6 poin; selisih golnya (+6) sama dengan Panathinaikos, Twente, dan Monaco. Brighton menang 1-0 di Getafe dan menjadi satu-satunya tim tanpa kebobolan (5-0 dalam tiga laga). Brighton, Brann, København, Craiova, Mjällby, dan Sint-Truidense sama-sama 7 poin di peringkat 5-10, dan Craiova di peringkat 8 menjadi tim terakhir di zona delapan besar. Empat gol bunuh diri tercipta di matchday ini, tiga di antaranya mengubah hasil akhir: Dennis Hadzikadunic memberi Lincoln Red Imps kemenangan 1-0 atas Hajduk Split di menit 89, Javier Díaz memberi Red Star kemenangan 2-1 atas Inter D’Escaldes di menit 90+2, dan Vahid Selimovic membuat København unggul 2-0 di menit 22 pada laga yang berakhir 2-1 atas Iberia 1999. Hasil lengkap matchday 3 Delapan belas laga dimainkan dalam satu malam. Skor mengikuti Sky Sports dan papan skor ESPN, dengan tim tuan rumah di kolom kiri. Tanggal di tabel adalah tanggal di Eropa. Tanggal Tuan rumah Skor Tamu Kamis, 5 Nov AGF 0-0 Braga Kamis, 5 Nov Atalanta 1-1 Kairat Almaty Kamis, 5 Nov FC Midtjylland 1-6 Ajax Amsterdam Kamis, 5 Nov FC Thun 3-1 Heart of Midlothian Kamis, 5 Nov KuPS Kuopio 0-0 KAA Gent Kamis, 5 Nov Lincoln Red Imps 1-0 Hajduk Split Kamis, 5 Nov Mjällby AIF 2-0 Borac Banja Luka Kamis, 5 Nov Red Star Belgrade 2-1 Inter D’Escaldes Kamis, 5 Nov Trabzonspor 0-1 SC Freiburg Kamis, 5 Nov AS Monaco 2-0 FC Nordsjælland Kamis, 5 Nov CSU Craiova 2-0 Egnatia Kamis, 5 Nov F.C. København 2-1 Iberia 1999 Kamis, 5 Nov FC Lugano 3-0 Kauno Zalgiris Kamis, 5 Nov FC Twente 3-1 Pafos Kamis, 5 Nov Getafe 0-1 Brighton & Hove Albion Kamis, 5 Nov Panathinaikos 2-1 CSKA Sofia Kamis, 5 Nov Riga FC 1-1 Jablonec Kamis, 5 Nov Sint-Truidense 1-1 SK Brann Sepuluh laga dimenangi tuan rumah, tiga oleh tamu, dan lima berakhir seri. Total 42 gol tercipta.
by Mahyuddin Susanto on 07 Nov 2026 12:00 PM tagged with Olahraga, liga konferensi, conference league, sepak bola, klasemen, uefa
Matchday 4 fase liga Liga Europa 2026/27 dimainkan pada Rabu dan Kamis, 4-5 November 2026. Benfica, Bournemouth, dan Ferencvaros menjadi tiga tim yang menang di semua laganya, masing-masing dengan 12 poin. Ferencvaros menang 2-0 di San Siro atas AC Milan lewat dua gol Lenny Joseph, dan Milan berada di peringkat 28 dengan 3 poin. Bournemouth menang 3-1 di markas Sparta Prague, sedangkan Benfica mengalahkan Lech Poznan 3-1. Rennes dan Olympiacos bermain satu hari lebih awal, Rabu, 4 November, dan berakhir 0-0. Poin Penting Benfica (13-3, selisih gol +10), Bournemouth (+9), dan Ferencvaros (+8) memimpin dengan 12 poin dan menjadi satu-satunya tim dengan empat kemenangan dari empat laga. Union St.-Gilloise, Juventus, dan Olympiacos menyusul dengan 10 poin. Ferencvaros menang 2-0 di markas AC Milan lewat dua gol Lenny Joseph (menit 52 dan 66), dan Bamidele Isa Yusuf diusir di menit 77. Milan berada di peringkat 28 dengan 3 poin. Torreense menang 3-2 atas Ararat-Armenia lewat gol Javier Vazquez (90+3’) dan Musa Drammeh (90+5’) setelah tertinggal 1-2. Torreense bermain dengan sepuluh orang sejak menit 25. Lima tim, dari Sparta Prague (peringkat 22) sampai RB Salzburg (peringkat 26), sama-sama 4 poin di sekitar batas peringkat 24. Hasil lengkap matchday 4 Delapan belas laga dimainkan dalam dua hari. Skor mengikuti Sky Sports dan papan skor ESPN, dengan tim tuan rumah di kolom kiri. Tanggal di tabel adalah tanggal di Eropa. Rennes vs Olympiacos dimajukan dari Kamis, 5 November, ke Rabu, 4 November, karena otoritas Prancis tidak dapat menjamin keamanan pada tanggal semula akibat rencana pemogokan dan demonstrasi (UEFA). Tanggal Tuan rumah Skor Tamu Rabu, 4 Nov Stade Rennais 0-0 Olympiacos Kamis, 5 Nov AC Milan 0-2 Ferencvaros Kamis, 5 Nov Anderlecht 2-0 RB Salzburg Kamis, 5 Nov Crystal Palace 1-1 TSG Hoffenheim Kamis, 5 Nov Levski Sofia 1-0 Jagiellonia Bialystok Kamis, 5 Nov Lillestrom 0-1 Viktoria Plzen Kamis, 5 Nov NEC Nijmegen 3-1 Omonia Nicosia Kamis, 5 Nov Real Sociedad 1-1 Lyon Kamis, 5 Nov Sparta Prague 1-3 AFC Bournemouth Kamis, 5 Nov AZ Alkmaar 1-2 Juventus Kamis, 5 Nov Bayer Leverkusen 0-1 Marseille Kamis, 5 Nov Benfica 3-1 Lech Poznan Kamis, 5 Nov Celta Vigo 1-2 Union St.-Gilloise Kamis, 5 Nov Celtic 3-2 Besiktas Kamis, 5 Nov Hapoel Be’er 0-2 OFI Crete Kamis, 5 Nov SK Sturm Graz 2-3 NK Celje Kamis, 5 Nov Sunderland 0-2 Dinamo Zagreb Kamis, 5 Nov Torreense 3-2 Ararat-Armenia Enam laga dimenangi tuan rumah, sembilan oleh tamu, dan tiga berakhir seri. Total 48 gol tercipta.
by Mahyuddin Susanto on 07 Nov 2026 12:00 PM tagged with Olahraga, liga europa, sepak bola, klasemen, uefa
Giornata 10 Serie A 2026/27 dimainkan dari Sabtu, 31 Oktober, sampai Senin, 2 November 2026. Lazio memimpin klasemen dengan 28 poin setelah menang 2-1 atas Cagliari. Mereka sempat tertinggal oleh gol Nzola menit 20, lalu dibalikkan lewat gol Isaksen menit 36 dan Pinamonti menit 83. Inter, peringkat 2, kalah 1-3 dari Milan di derby Milan dan tertinggal tiga poin dari Lazio. Roma menang 5-2 di markas Udinese dan duduk di peringkat 3, empat poin di belakang Lazio. Poin Penting Lazio (28 poin, 9 menang, 1 seri) memimpin tanpa kekalahan. Inter (25) tertinggal tiga poin, Roma (24) empat poin, dan Como (23) lima poin. Lazio dan Roma sama-sama belum pernah kalah musim ini. Milan menang 3-1 atas Inter di San Siro. Itu kekalahan pertama Inter di Serie A musim ini, padahal Inter melepaskan 19 tembakan berbanding 7 milik Milan. Roma mencetak empat gol dalam 37 menit pertama di Udinese dan menang 5-2. Dengan 28 gol, Roma menjadi tim tersubur di liga. Juventus menang 2-0 atas Napoli yang bermain dengan 10 orang sejak menit 75, dan naik ke peringkat 7 dengan 17 poin. Di dasar klasemen, Monza (7 poin), Udinese (5), dan Venezia (3) menghuni zona degradasi. Angka itu belum memasukkan Venezia 2-1 Udinese di giornata 11. Hasil lengkap giornata 10 Sepuluh laga dimainkan dalam tiga hari. Skor mengikuti Unione Sarda dan papan skor ESPN, dengan tim tuan rumah di kolom kiri. Tanggal di tabel adalah tanggal di Italia. Tanggal Tuan rumah Skor Tamu Sabtu, 31 Okt Bologna 2-1 Monza Sabtu, 31 Okt Udinese 2-5 Roma Sabtu, 31 Okt Milan 3-1 Inter Minggu, 1 Nov Como 1-0 Venezia Minggu, 1 Nov Lazio 2-1 Cagliari Minggu, 1 Nov Frosinone 2-0 Torino Minggu, 1 Nov Lecce 1-2 Genoa Minggu, 1 Nov Juventus 2-0 Napoli Senin, 2 Nov Sassuolo 2-4 Fiorentina Senin, 2 Nov Atalanta 0-3 Parma Giornata ini menghasilkan 34 gol dari 10 laga, rata-rata 3,4 per laga. Enam laga dimenangi tuan rumah, empat dimenangi tamu, dan tidak ada yang berakhir seri. Udinese 2-5 Roma menjadi laga dengan gol terbanyak, tujuh.
by Mahyuddin Susanto on 07 Nov 2026 12:00 PM tagged with Olahraga, serie a, sepak bola, klasemen, italia

27 Feb 2025

Well, when I tried out to full update my system I just got error like this
error: failed to prepare transaction (could not satisfy dependencies)
:: installing icu (76.1-1) breaks dependency 'libicui18n.so=75-64' required by electron30
:: installing icu (76.1-1) breaks dependency 'libicuuc.so=75-64' required by electron30
:: installing flac (1.5.0-1) breaks dependency 'libFLAC.so=12-64' required by electron30
Resolution To quick fixing the issue above, we just need to remove electron30 package.
$ sudo pacman -Rs electron30
After that, we can do full update the system again
$ sudo pacman -Syu
Reference: https://bbs.archlinux.org/viewtopic.php?id=303573
by Darmanex on 27 Feb 2025 02:54 PM tagged with archlinux, icu
12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!)

In a world overflowing with distractions, finding clarity and creativity can feel impossible. Journaling has emerged as a powerful tool for personal development, allowing individuals to navigate their thoughts and emotions while unlocking their creative potential. This listicle explores twelve transformative journaling practices designed to enhance mental clarity and encourage self-reflection. Whether you're a seasoned journaler or just starting out, there’s something here for everyone.

Imagine a cozy writing nook filled with sunlight, surrounded by potted plants, an open notebook with a beautiful cover, and a steaming mug of tea on a wooden table. The scene is inviting, evoking a sense of peace and creativity, perfect for journaling.





1. Morning Pages: A Daily Brain Dump

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 1. Morning Pages: A Daily Brain Dump

Start your day by writing three pages of stream-of-consciousness thoughts. This practice, known as Morning Pages, helps clear mental clutter and opens the door to creative insights. Don’t worry about grammar or structure; simply let your thoughts flow. Over time, this exercise unveils patterns in your thinking, allowing for deeper self-reflection and clarity in your day-to-day life.

Visualize a serene morning scene with sunlight streaming through a window, illuminating a messy desk where a hand-written page fills the frame with scribbled thoughts and doodles, a steaming cup of coffee beside it, embodying the essence of a fresh start.





2. Gratitude Journaling: Cultivating Positivity

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 2. Gratitude Journaling: Cultivating Positivity

Gratitude journaling involves listing things you are thankful for, creating a positive mindset that can significantly enhance your mental clarity. This practice encourages you to focus on the good in your life, shifting your perspective away from negativity. By regularly acknowledging your blessings, you foster resilience and creativity, as your mind becomes more attuned to opportunities and solutions.

Picture an elegant journal open to a page filled with beautifully penned gratitude notes, surrounded by fresh flowers and a calming candle. The scene radiates warmth, inviting you to reflect on and appreciate the little joys in life.





3. Bullet Journaling: Organize and Inspire

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 3. Bullet Journaling: Organize and Inspire

Bullet journaling is a customizable planning method that combines organization with creativity. It's a versatile system where you can track your tasks, goals, and ideas in a visually appealing way. This practice not only fosters mental clarity by organizing your thoughts but also allows for artistic expression with doodles and color coding, making planning enjoyable.

Imagine a vibrant bullet journal open to a colorful spread filled with doodles, monthly goals, and beautifully drawn headers. The layout showcases a mixture of creativity and structure, with colorful washi tapes and markers scattered around, igniting inspiration.





4. Dream Journaling: Unlocking Your Subconscious

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 4. Dream Journaling: Unlocking Your Subconscious

Dream journaling is a powerful practice that allows you to capture dreams as soon as you wake. This technique helps in understanding your subconscious mind, revealing insights about your emotions and desires. By documenting your dreams, you can gain clarity and inspire creativity, as dreams often carry unique ideas and symbols that can fuel your artistic endeavors.

Visualize a bedside table adorned with a dream journal, open to a page filled with scribbled notes about the previous night’s dreams. A soft, inviting bed and a small lamp cast a warm glow, creating a tranquil atmosphere perfect for reflecting on nighttime visions.





5. Creative Writing Prompts: Fuel Your Imagination

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 5. Creative Writing Prompts: Fuel Your Imagination

Using creative writing prompts can break through mental blocks and ignite your imagination. These prompts encourage you to think outside the box and can lead to unexpected insights. By allowing your creativity to flow without judgment, you create space for innovative ideas to emerge, enhancing both self-reflection and artistic expression.

Picture a writing desk filled with various creative writing prompts printed on colorful cards, surrounded by a notepad filled with ideas and sketches. The scene is lively, filled with inspiration and endless possibilities, inviting you to pick a prompt and start writing.





6. Mind Mapping: Visualize Your Thoughts

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 6. Mind Mapping: Visualize Your Thoughts

Mind mapping is an innovative technique that helps visualize connections between ideas, facilitating clearer thinking. This practice allows you to organize your thoughts in a free-flowing format, making it easier to explore relationships between concepts. By visually mapping your ideas, you enhance your mental clarity and can uncover creative solutions to challenges you may face.

Imagine a large sheet of paper spread out on a table, filled with colorful mind maps connecting various thoughts and ideas. Markers and highlighters are scattered around, showcasing the vibrant, dynamic process of brainstorming. The ambiance is energetic and full of potential, inviting you to explore new concepts.





7. Reflective Journaling: Deepen Your Understanding

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 7. Reflective Journaling: Deepen Your Understanding

Reflective journaling involves writing about significant experiences and emotions, allowing for deeper self-understanding. This practice encourages you to analyze your thoughts and reactions, leading to greater mental clarity. By reflecting on your experiences, you cultivate a richer perspective on life, which can inspire creativity and personal growth.

Visualize a peaceful outdoor setting with a journal resting on a picnic blanket, open to a page filled with reflections on personal experiences. The serene environment with nature in the background enhances the reflective process, inviting contemplation and insight.





8. Art Journaling: Express Without Words

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 8. Art Journaling: Express Without Words

Art journaling combines writing with visual art, enabling you to express your emotions in a multifaceted way. This practice allows for creativity to blossom as you incorporate drawings, paintings, or collages alongside your written words. Art journaling not only nurtures mental clarity but also serves as a therapeutic outlet for self-expression.

Picture an art journal open to a colorful page filled with vibrant paintings and expressive doodles, accompanied by handwritten thoughts. Brushes and paints scattered around create an artistic mess that reflects the joy of creative exploration, inviting you to unleash your inner artist.





9. Affirmation Journaling: Empower Your Mind

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 9. Affirmation Journaling: Empower Your Mind

Affirmation journaling involves writing positive affirmations that reinforce your self-worth and capabilities. This practice helps counteract negative thoughts, fostering a more empowering mindset. By regularly affirming your strengths and abilities, you enhance your self-reflection process and boost your overall creativity and mental clarity.

Visualize an elegant journal page filled with beautifully written affirmations, surrounded by inspiring quotes and vibrant colors. The uplifting environment radiates positivity, making it an ideal space for self-empowerment and creative thinking.





10. Travel Journaling: Capture Your Adventures

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 10. Travel Journaling: Capture Your Adventures

Travel journaling allows you to document your adventures, experiences, and reflections while exploring new places. This practice encourages you to engage with your surroundings and enhances your creativity by capturing memories in writing and visuals. Reflecting on your travels can provide mental clarity and inspire new ideas for future adventures.

Imagine an open travel journal adorned with sketches of landmarks, photographs, and handwritten notes about a recent trip. A scenic view in the background enhances the wanderlust feeling, inviting you to embark on your next journey.





11. Goal Setting Journaling: Chart Your Path

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 11. Goal Setting Journaling: Chart Your Path

Goal setting journaling is a proactive practice that involves writing down your aspirations and breaking them into actionable steps. This method enhances mental clarity by providing a clear roadmap for achieving your dreams. By regularly revisiting and adjusting your goals, you foster self-reflection and maintain motivation to unleash your creativity.

Visualize a journal page filled with neatly written goals, accompanied by colorful charts and progress trackers. The structured yet artistic layout inspires action and clarity, creating an environment that motivates you to pursue your dreams.





12. Collaborative Journaling: Share and Inspire

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - 12. Collaborative Journaling: Share and Inspire

Collaborative journaling involves sharing your journal with others, encouraging dialogue, and inspiring each other’s creativity. This practice fosters community and connection, enhancing mental clarity through shared experiences and insights. By collaborating, you not only reflect on your own thoughts but also gain new perspectives that can fuel your creativity.

Picture a group of friends gathered around a table, each with their own journal, sharing ideas and insights. The scene is filled with laughter and creativity, showcasing the beauty of collaboration and the richness it brings to the journaling experience.





Conclusion

12 Journaling Practices That Will Clear Your Mind and Boost Your Creativity (You Need to Try #6!) - Conclusion

Incorporating these journaling practices into your daily routine can lead to profound transformations in mental clarity, self-reflection, and creativity. By exploring different styles and techniques, you’ll discover which resonates with you and your unique journey. So, grab your favorite journal and start experimenting with these practices today.

Visualize a cozy writing space filled with various journals, pens, and art supplies, all inviting you to embark on your journaling adventure. The ambiance is warm and welcoming, creating a perfect environment for self-discovery and creative exploration.





by Darmanex on 27 Feb 2025 04:56 AM tagged with art, creativity

19 Jan 2025

Apa itu Burp Suite?

Secara singkat, Burp Suite adalah alat keamanan aplikasi web yang sering digunakan untuk pengujian penetrasi dan analisis keamanan aplikasi web. Dikembangkan oleh PortSwigger, alat ini memberikan berbagai fitur untuk membantu mengidentifikasi kerentanan dan eksploitasi dalam aplikasi web. Burp Suite biasanya digunakan oleh pentester, ethical hacker, dan security engineer untuk memastikan keamanan aplikasi web sebelum dirilis atau dalam proses perbaikan keamanan. Burp Suite menawarkan versi Community Edition dan Professional Edition. Saya sendiri cukup sering menggunakan Burp Suite untuk keperluan pentesting aplikasi web, dan cukup terbantu dengan adanya fitur-fitur yang ditawarkan pada Burp Suite. 

Masalah

Ketika menjalankan aplikasi Burp Suite pada sitem operasi yang saya gunakan, terdapat error seperti berikut: 


Error: LinkageError occurred while loading main class burp.StartBurp
        java.lang.UnsupportedClassVersionError: burp/StartBurp has been compiled by a more recent version of the Java Runtime (class file version 65.0), this version of the Java Runtime only recognizes class file versions up to 55.0
Seperti yang kita ketahui, bahwa Burp Suite ini adalah aplikasi berbasis java, jadi ketika ingin menjalankan Burp Suite kita harus memasang perangkat lunak Java. Jika saya cek versi java pada sistem operasi saya adalah sebagai berikut:

Perbaikan

Untuk mengatasi masalah seperti yang ditunjukkan diatas ketika menjalankan Burp Suite, caranya cukup mudah. Pada kasus saya ini, karena saya menggunakan sistem operasi Arch Linux, saya cukup memasang Java versi jdk21-openjdk, dengan menjalankan perintah berikut:

$ sudo pacman -S jdk21-openjdk
Kemudian kita set java-nya, agar menggunakan versi java yang baru saja kita pasang dengan perintah:
$ sudo archlinux-java set java-21-openjdk
Kita cek kembali versi java yang baru saja kita set

Kesimpulan

Dengan melakukan perubahan versi pada java yang saya gunakan, saya sudah dapat menjalankan Burp Suite tanpa ada masalah seperti sebelumnya.

by Darmanex on 19 Jan 2025 12:56 PM tagged with burpsuite, java

13 Jan 2025

Tak kenal, maka tak sayang
Sebenarnya apa itu FreeBSD? Jika kita baca sekilas dari laman web wikipedia berbahasa inggris, FreeBSD adalah...
a free and open-source Unix-like operating system descended from the Berkeley Software Distribution (BSD) which currently runs on IA-32, x86-64, ARM, PowerPC and RISC-V based computers. The first version was released in 1993 developed from 386BSD. The first fully functional and free Unix clone and has since continuously been the most commonly used BSD-derived operating system.
Pada artikel ini, saya akan melakukan upgrade sistem operasi FreeBSD, karena home server yang saya gunakan masih menggunakan versi FreeBSD yang tidak di support lagi atau sudah masuk dalam daftar EOL dates. 
Jika di cek versi rilis pada sistem operasi FreeBSD yang saya gunakan adalah 13.2-RELEASE-p12.
Dengan mengetahui versi yang saya gunakan tersebut, yang berarti sudah masuk dalam daftar Unsupported FreeBSD Releases, waktunya untuk melakukan upgrade. 

Backup data! 
Untuk berjaga-jaga, hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan upgrade pada FreeBSD adalah:
  • pastikan melakukan backup data-data
  • backup file konfigurasi-konfigurasi pada server seperti /boot/loader.conf, /etc/rc.conf, etc

Perbarui Sistem
Jika semua sudah dilakukan backup. Selanjutnya, lakukan update sistem terlebih dahulu menggunakan freebsd-update tool
# freebsd-update fetch
# freebsd-update install
Dan tidak lupa, saya juga meng-update paket-paket yang sudah terpasang sebelumnya
# pkg update
# pkg upgrade
Mulai Upgrade
Sebelum memulai proses upgrade sistem FreeBSD, baiknya menggunakan terminal multiplexer seperti GNU screen atau tmux, ini bertujuan untuk berjaga-jaga ketika remote ke server mengalami putus koneksi, agar dapat kita gunakan kembali terminal session yang terbuat sebelumnya. 
Untuk memasang screen pada FreeBSD cukup jalankan perintah berikut
# pkg install screen
Kemudian jalankan perintah berikut untuk memulai upgrade sistem FreeBSD
# freebsd-update upgrade -r 14.2-RELEASE
Pada proses upgrade ke versi 14.2 akan melakukan download semua patch pada rilis tersebut. Karena ini akan membutuhkan waktu, silakan ditunggu saja prosesnya sampai selesai. 
Setelah proses download semua patch selesai, jalankan perintah berikut
# freebsd-update install
Hal wajib yang harus dilakukan setelah update sistem, lakukan reboot pada server untuk mendapatkan kernel baru yang sudah update
# shutdown -r now
Jika sistem sudah selesai reboot dan up, remote kembali server FreeBSD dan jalankan lagi perintah
# freebsd-update install
Rebuild paket Setelah proses update selesai, lakukan rebuild paket-paket binary
# pkg update
# pkg upgrade
Langkah terakhir, jalankan update install sekali lagi dan reboot
# freebsd-update install
# shutdown -r now
Upgrade selesai Kemudian cek kembali pada sistem dengan remote ke server FreeBSD untuk memastikan proses upgrade FreeBSD ke versi 14.2 telah selesai.
# freebsd-version
Referensi: https://www.freebsd.org/releases/14.2R/installation/
by Darmanex on 13 Jan 2025 03:07 PM tagged with FreeBSD

10 Jan 2025

Minikube adalah sebuah tool sumber terbuka yang dimana kita dapat membuat cluster Kubernetes di komputer lokal. Tool ini digunakan untuk pengembangan dan menguji aplikasi di Kubernetes tanpa memerlukan cluster cloud yang berskala penuh.
Syarat minimum yang dibutuhkan
  • 2 CPUs atau lebih
  • 2GB free memory
  • 20GB free disk space
  • Koneksi internet

Memasang software pendukung
$ sudo pacman -S virtualbox
$ sudo pacman -S minikube
$ sudo pacman -S kubectl

Setelah semua software pendukung sudah dipasang, kita tinggal menjalankan minikube pada terminal
$ minikube start
Kemudian kita cek untuk memastikan apakah minikube sudah berjalan pada komputer lokal kita
$ VBoxManage list runningvms
Deploy aplikasi
Selanjutnya kita dapat membuat sebuah service dengan menjalankan perintah berikut.
Membuat deployment app dan expose ke port 8080
$ kubectl create deployment my-app --image=kicbase/echo-server:1.0
$ kubectl expose deployment my-app --type=NodePort --port=8080
Kemudian cek apakah service my-app sudah up
$ kubectl get svc my-app
Untuk mengakses service yang baru saja di deploy, kita dapat melakukan port forwarding seperti berikut
$ kubectl port-forward svc/my-app 8180:8080
Service yang baru saja kita deploy dapat diakses melalui http://localhost:8180

by Darmanex on 10 Jan 2025 06:39 AM tagged with kubernetes, minikube

09 Jan 2024

Dart is a programming language developed by Google. It is designed for building web, mobile, and server applications. Dart is known for its focus on simplicity, productivity, and performance. Dart can connect to various types of databases through different libraries and packages. The choice of database depends on the specific requirements of your project.

The problem is, mostly guidelines that available in Youtube or websites explain about connecting database inside frameworks like Flutter or Aqueduct. It’s common to use the database solutions that are well-supported and integrated with those frameworks but you need also a high hardware resource. I still can’t find a website explain about how to connect Dart outside the framework.

So, I will explain in this article about it. I assume that you’ve already familiar with MySQL dan Dart. I use Dart SDK version: 3.1.5 (stable) (Tue Oct 24 04:57:17 2023 +0000) on “windows_x64” and mysql Ver 15.1 Distrib 10.4.28-MariaDB, for Win64 (AMD64), source revision c8f2e9a5c0ac5905f28b050b7df5a9ffd914b7e7.

I’m sure you are questioning why I wrote the code in Windows instead of Linux. Actually, dart and Xampp can run both in Windows and Linux. And the moment, I’m in the middle of working with Visual Code in Windows, so why not.

Step 1. Create a new user, make a database and table in MySQL.
When I use ‘root’ user that has no password, it didn’t work. So I create a new user because I don’t want to change the default configuration in MySQL. You can create your own database.

Step 2.Download the MySQL library in Dart.
Open file pubspec.yaml, add

dependencies:
   mysql1: ^0.19.0


On the terminal, type:

c:\> dart pub get
Resolving dependencies... (1.1s)
  js 0.6.7 (0.7.0 available)
  lints 2.1.1 (3.0.0 available)
  mysql1 0.19.2 (0.20.0 available)
  web_socket_channel 2.4.0 (2.4.1 available)
Got dependencies!
c:\>

Step 3. Write the dart code.

import 'package:mysql1/mysql1.dart';

Future createConnection() async {
  final MySqlConnection connection = await MySqlConnection.connect(ConnectionSettings(
    host: 'localhost',
    port: 3306,
    user: 'testing',
    db: 'contact',
    password:'testing'
  ));
  return connection;
}

Future fetchData() async {
  final MySqlConnection connection = await createConnection();
  Results results = await connection.query('SELECT * FROM person');
  
  for (var row in results) {
    print('${row['id']}'
    '${row['name']}'    
    '${row['mobile']}'
    '${row['category']}'
    '${row['city']}');  
  }
}

void main() {
    fetchData();
}

Run and the output will be:

C:\bin> dart run .\temp.dart
1Michael Angelo0812-12341234FriendJakarta
2Natalia0811-321321FriendJakarta
3Andri0815-33334444vseafoodBogor
4Mike0815-33334444vfoodBogor    
C:\bin>

You can modify the output to make it more nice to see.

import 'package:mysql1/mysql1.dart';

Future createConnection() async {
  final MySqlConnection connection = await MySqlConnection.connect(ConnectionSettings(
    host: 'localhost',
    port: 3306,
    user: 'testing',
    db: 'contact',
    password:'testing'
  ));

  return connection;
}

Future fetchData() async {
  final MySqlConnection connection = await createConnection();
  Results results = await connection.query('SELECT * FROM person');

  //----------------------------------------------------------
  //Pengaturan agar tabulasi kolom bisa disesuaikan dengan
  //panjang character di dalam data kolom.
  int Lid= 3;  //panjang id 34=9999 kontak)
  int Lname= 25;
  int Lmobile = 15;
  int Lcategory=20;
  int Lcity=20;
    
  //cetak header
  var baris='-';
  print(baris*70);
  print("ID${' '*(Lid-2)}Name${' '*(Lname-2)}Mobile${' '*(Lmobile-5)}Category${' '*(Lcategory-13)} City${' '*(Lcity-2)}");
  print(baris*70);
    
  //panjang character data di database
  int Lrec_id,Lrec_name,Lrec_mobile,Lrec_category,Lrec_city;
  //----------------------------------------------------------
  //Print out table

  for (var row in results) {
    Lrec_id=row['id'].toString().length;        //hitung panjang data id
    Lrec_name=row['name'].toString().length;      //hitung panjang data name
    Lrec_mobile=row['mobile'].toString().length;    //hitung panjang data mobile
    Lrec_category=row['category'].toString().length;    //hitung panjang data category
    Lrec_city=row['city'].toString().length;    //hitung panjang data city

    print('${row['id']}${' '*(Lid-Lrec_id+1)}' //kurangi panjang field dgn panjang data
    '${row['name']}${' '*(Lname-Lrec_name+1)}'    
    '${row['mobile']}${' '*(Lmobile-Lrec_mobile+1)}'
    '${row['category']}${' '*(Lcategory-Lrec_category-4)}'
    '${row['city']}${' '*(Lcity-Lrec_city+2)}');  
  }
  print(baris*70);
  await connection.close();
  //----------------------------------------------------------
}

void main() {
    fetchData();
}

by Taufan Lubis on 09 Jan 2024 10:04 AM tagged with Programming-Dart, database, mysql, programming

06 Dec 2023

I've been Near Everest




Andika Triwidada

This is a report of my activities while attending GNOME Asia 2023 in Kathmandu, Nepal. I have given several FOSS conference presentations, but this is my first time I went abroad to deliver it.I feel at home in Kathmandu, Nepal. Many things are similar between Indonesia and Nepal. Right in front of my hotel, cable installation are spaghetti-like, not far from what we have in Indonesia.Another
by Andika Triwidada on 06 Dec 2023 10:45 AM tagged with Everest, gnome, Kathmandu, l10n, Nepal, traveling

18 Nov 2023


Visualizing trigonometric graphs using Python can be done with the help of various libraries, such as Matplotlib and NumPy. These libraries provide powerful tools for numerical operations and creating high-quality plots. In this introduction, I’ll walk you through the basic steps to visualize trigonometric functions using Matplotlib.

import matplotlib.pyplot as plt
import numpy as np
from math import radians
x=np.arange(0,360,1)
y1=np.sin(np.radians(x))
y2=np.cos(np.radians(x))
plt.title('Trigonometric Graphics')
plt.grid()
plt.xlabel('x')
plt.ylabel('y')
plt.plot(x,y1,label='y=sin(x)')
plt.plot(x,y2,label='y=cos(x)')
plt.legend()
plt.show()
by Taufan Lubis on 18 Nov 2023 11:36 AM tagged with Programming-Python, Python Library Matplotlib, python library-Numpy

12 Oct 2023

Another year, another cool conference! This time is LOUCA 2023, a combined conference for LibreOffice and Ubuntu. It was on Saturday and Sunday, October 7th & 8th, 2023 in Universitas Sebelas Maret, Surakarta. I presented a lightning talk on first day, titled "State of Ubuntu Indonesian Translation". My first time giving a lightning talk (only 10 minutes! usually I have longer session, but
by Andika Triwidada on 12 Oct 2023 01:00 PM tagged with foss, l10n, ubuntu

21 Aug 2023

Builing an IT infrastructure is an important process for supporting company efficiency. It has to be a well-planned system. If it works optimally the company can reduce costs and even help increase the productivity of the business.

However, the standard procedure may vary depending on the specific requirements, size of the building, and the complexity of the network.
Below are the general outline of the steps.

1.Need Assessment
This is the most important step. You have to know the client’s need. You have to determine the networks requirements and objectives for the building. How many users that will use the system, types of devices, bandwidth requirements, coverage areas dan future scalability because the company may have plans for expansion.

There are few criteria must be fulfilled when you setup an IT Infrastructure.

2.Network design
The next step is network design. You have to plan the placement of networking equipment, such as routers, switches, and wireless access points. There are few consider factors:
-limited space on the corner, you may have to use a mounted rack that provide access to devices both from the front and rear, cabling requirements, network segmentation
and location of the server rooms.

1.Zero Latency
Latency can be interpreted as the time needed to move data from one place to another. Each device can have different latency depending on the level of network quality it has. Inappropriate router or switches can cause latency.
2.Zero Downtime
Any downtime will interfere with the company’s operational activities.That’s why proper installation and infrastructure are very important.
3.Capacity storage
Storage system that can deliver superior performance.
4.Virtualization
Virtualization has benefits as follows:
-energy saving (no hardware)
-faster server provision (deployment is faster)
-improved disaster recovery (replication can be done easily)
5.Security
Security is one of the most important in having the ideal IT infrastructure. The main role of security system is to remove any vulnerable and put the system into optimized status.

3.Cabling Infrastructure
You have to make sure that you follow the industry standards for cable instalation and labeling. Well organized cabling will make your life easier for future troubleshooting. UTP cable maximum range is 100m, if the server location is far, Fiber-optic cable is a good solution.

4.Network Equipment Installation
Installation and configure the network equipments. Using Mikrotik or Cisco will make easier to remote the device. I give example for these 2 brands because I only familiar with it.

5.Network Configuration
Setting IP address, subnet masks, routing protocols, VLAN’s, security, DHCP (Dynami Host Configuration Protocol) servers, Firewall rules and network monitoring tools.

6.Wireless Network Configuration
Optimize the location to ensure reliable coverage and minimize interference. Use appropriate SSIDs (SErvice Set Identifiers) and latest security setting (WPA2/WPA3 Encryption).

7.Testing and Troubleshooting
In this step, you have to verify cable integrity, measure signal strength, and test network throughput. You have to ensure proper connectivity, data transmission, and performance.

8.Security Implementation
Configure access controls, user authentication, and network segmentation as needed. Implement security measures such as firewalls, intrusion detection systems, and encryption protocols to protect the network from unauthorized access and potential threats.

9.Documentation and Labeling
Network cabling infrastructure is the backbone of any network, connecting devices, servers, switches, routers, etc. Without proper documentation and lebeling, network cabling can become a mess. Proper documentation and labeling will save your time and help you maintain consistency and standards across your network, ensuring compatibility and performance.

10.Network monitoring and maintenance
Set up network monitoring tools to monitor the network performance, security incidents, and potential faults. Regular update firmware or security patches for network devices. Regular inspection for all equipments. Periodic cable testing.

by Taufan Lubis on 21 Aug 2023 07:38 AM tagged with Networking, Uncategorized

28 Jan 2023


Blockchain diharapkan akan digunakan dalam berbagai bidang, seperti keuangan, perdagangan, pemerintahan, kesehatan, dan lainnya. Beberapa contoh penggunaan yang diharapkan adalah:
  • Sistem pembayaran yang lebih efisien dan aman
  • Penyimpanan data yang lebih aman dan mudah diakses
  • Smart contract yang memungkinkan transaksi otomatis
  • Supply chain management yang lebih transparan
  • Sistem voting yang lebih adil dan aman
  • Pencatatan aset digital yang aman dan mudah diakses
Namun, ada juga beberapa halangan yang harus diatasi sebelum penggunaan blockchain dapat digunakan secara luas, seperti regulasi yang belum jelas dan masalah skalabilitas.

Regulasi yang belum jelas dapat menghambat perkembangan dan penggunaan blockchain karena masih ada ketidakpastian tentang bagaimana teknologi ini harus diatur. Beberapa negara belum memiliki regulasi yang jelas mengenai penggunaan mata uang digital, smart contract, atau aset digital lainnya yang dibangun di atas blockchain. Hal ini dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan atau individu yang ingin menggunakan teknologi ini dalam bisnis mereka.

Masalah skalabilitas di blockchain terkait dengan jumlah transaksi yang dapat ditangani oleh jaringan dalam satu periode waktu tertentu. Saat ini, beberapa jaringan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum hanya dapat menangani sekitar 7-15 transaksi per detik. Ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan sistem pembayaran tradisional seperti Visa yang dapat menangani hingga 65,000 transaksi per detik. Ini menyebabkan masalah ketika jaringan sibuk dan membuat transaksi menjadi lambat atau terganggu. Beberapa solusi yang dikembangkan untuk mengatasi masalah skalabilitas ini, seperti SegWit, sharding dan off-chain scaling. Namun, masalah ini masih dalam proses pengembangan dan penyelesaiannya.

-- sumber dari chatGPT --

by Takdir on 28 Jan 2023 06:39 AM tagged with blockchain

07 May 2022

Jupyter Notebook is part of Project Jupyter which is announced by Fernando Pérez in 2014. It’s a spin-off project from IPython and become the kernel for Jupyter.
Jupyter is a language agnostic and support other programming language like Python, Julia, R, Haskel and Ruby. It’s 100% open-source.
The file format for Jupyter is ‘.ipynb’.
The Jupyter kernel is responsible for handling various type of request (code execution, code completion, inspection) and providing a reply. Since it can connect to many kernels,
it can provide programming in different languages.

In this tutorial, I use:
-Xubuntu 18.04
-Docker 20.10.14

STEP1.FIND THE IMAGES
First, we have to get the docker image. Make sure you are connected to the Internet.

darklinux@darklinuxpc:~$ docker search jupyter
NAME                                   DESCRIPTION                                     STARS     OFFICIAL   AUTOMATED
jupyter/datascience-notebook           Jupyter Notebook Data Science Stack from htt…   917                  
jupyter/all-spark-notebook             Jupyter Notebook Python, Scala, R, Spark, Me…   375                  
jupyter/scipy-notebook                 Jupyter Notebook Scientific Python Stack fro…   340                  
jupyterhub/jupyterhub                  JupyterHub: multi-user Jupyter notebook serv…   310                  [OK]
jupyter/tensorflow-notebook            Jupyter Notebook Scientific Python Stack w/ …   301                  
jupyter/pyspark-notebook               Jupyter Notebook Python, Spark, Mesos Stack …   224                  
jupyter/base-notebook                  Small base image for Jupyter Notebook stacks…   169                  
jupyter/minimal-notebook               Minimal Jupyter Notebook Stack from https://…   154                  
jupyter/r-notebook                     Jupyter Notebook R Stack from https://github…   44                   
jupyterhub/singleuser                  single-user docker images for use with Jupyt…   43                   [OK]
jupyter/nbviewer                       Jupyter Notebook Viewer                         27                   [OK]
bitnami/jupyter-base-notebook                                                          24                   
jupyterhub/k8s-hub                                                                     18                   
bitnami/jupyterhub                                                                     11                   
jupyterhub/k8s-singleuser-sample                                                       9                    
jupyterhub/configurable-http-proxy     node-http-proxy + REST API                      6                    [OK]
jupyterhub/k8s-network-tools                                                           2                    
graphcore/pytorch-jupyter              The Poplar® SDK plus PyTorch for IPUs includ…   1                    
ibmcom/jupyter-base-notebook-ppc64le   Small base image for Jupyter Notebook stacks…   1                    
pachyderm/jupyterhub-pachyderm-user                                                    0                    
ibmcom/jupyter-nb-nb2kg                                                                0                    
pachyderm/jupyterhub-pachyderm-hub                                                     0                    
graphcore/tensorflow-jupyter           The Poplar® SDK plus TensorFlow 1 & 2 for IP…   0                    
ibmcom/jupyter-ppc64le                                                                 0                    
ibmcom/jupyter                                                                         0                    
darklinux@darklinuxpc:~$

STEP 3. DOWNLOAD THE IMAGE

darklinux@darklinuxpc:~$ docker pull jupyter/datascience-notebook
Using default tag: latest
latest: Pulling from jupyter/datascience-notebook
d5fd17ec1767: Pull complete 
9288915018bc: Pull complete 
ad895732ee5c: Pull complete 
4f4fb700ef54: Pull complete 
7b053b0d567d: Pull complete 
577d6f3bb6f4: Pull complete 
1d18b5a5f242: Pull complete 
ffc9ad0a0b36: Pull complete 
75f3e04b1547: Pull complete 
e9036ae1aec3: Pull complete 
8016e50184c6: Pull complete 
55f4c93ee7b8: Pull complete 
17c3e54db24b: Pull complete 
e8c81a9b6c9a: Pull complete
530f1db1e9d7: Pull complete 
44fa9360bdc5: Pull complete 
6f59df66069f: Pull complete 
a8c1c1bcf1d4: Pull complete 
5784e3ca1d66: Pull complete 
60e2c9b0e0a4: Pull complete 
4866b0f6598a: Pull complete 
613fc67c0714: Pull complete 
2a41639ceb55: Pull complete 
fa391f2a4b79: Pull complete 
Digest: sha256:acd52864dd364e2e5c494ccefa661e6f58f551c9006ec7263d7b5afd5d1852e9
Status: Downloaded newer image for jupyter/datascience-notebook:latest
docker.io/jupyter/datascience-notebook:latest
darklinux@darklinuxpc:~$

STEP3. CHECK THE IMAGE

darklinux@darklinuxpc:~$ sudo docker images
REPOSITORY                     TAG       IMAGE ID       CREATED        SIZE
jupyter/datascience-notebook   latest    0376841b7305   15 hours ago   4.42GB
jupyter/datascience-notebook   <none>    02e55f7a76b5   3 months ago   4.22GB
ubuntu                         latest    ba6acccedd29   6 months ago   72.8MB
ubuntu                         18.04     5a214d77f5d7   7 months ago   63.1MB
32bit/ubuntu                   bionic    c0f69fac47fc   2 years ago    423MB
ubuntu                         bionic    c3c304cb4f22   2 years ago    64.2MB
hello-world                    latest    bf756fb1ae65   2 years ago    13.3kB
mongo                          4.1       d93e3cc722d8   2 years ago    360MB
garland/xampp-base             latest    21861acf735a   7 years ago    1.44GB
darklinux@darklinuxpc:~$

I’ve downloaded Jupyter/datascience-notebook before, that’s why there are 2 now. Docker will not replace the image although the image name is the same. The images are differentiated with Image ID.

STEP4. RUNNING THE IMAGE

The image is ready. Now, we can run it to create the docker container.
If you don’t specify the container name, docker will create it for you.
$ docker run -p 8888:8888 jupyter/datascience-notebook
If you specify the name, you will get the container as you specified.
$ docker run -p 8888:8888 –name=jupyter-notebook jupyter/datascience-notebook

darklinux@darklinuxpc:~$ docker run -p 8888:8888 --name=jupyter-notebook jupyter/datascience-notebook
Entered start.sh with args: jupyter lab
Executing the command: jupyter lab
[I 2022-05-06 04:36:30.541 ServerApp] jupyterlab | extension was successfully linked.
[W 2022-05-06 04:36:30.563 NotebookApp] 'ip' has moved from NotebookApp to ServerApp. This config will be passed to ServerApp. Be sure to update your config before our next release.
[W 2022-05-06 04:36:30.563 NotebookApp] 'port' has moved from NotebookApp to ServerApp. This config will be passed to ServerApp. Be sure to update your config before our next release.
[W 2022-05-06 04:36:30.563 NotebookApp] 'port' has moved from NotebookApp to ServerApp. This config will be passed to ServerApp. Be sure to update your config before our next release.
[I 2022-05-06 04:36:30.578 ServerApp] nbclassic | extension was successfully linked.
[I 2022-05-06 04:36:30.607 ServerApp] Writing Jupyter server cookie secret to /home/jovyan/.local/share/jupyter/runtime/jupyter_cookie_secret
[I 2022-05-06 04:36:32.379 ServerApp] notebook_shim | extension was successfully linked.
[I 2022-05-06 04:36:32.507 ServerApp] notebook_shim | extension was successfully loaded.
[I 2022-05-06 04:36:32.510 LabApp] JupyterLab extension loaded from /opt/conda/lib/python3.9/site-packages/jupyterlab
[I 2022-05-06 04:36:32.510 LabApp] JupyterLab application directory is /opt/conda/share/jupyter/lab
[I 2022-05-06 04:36:32.530 ServerApp] jupyterlab | extension was successfully loaded.
[I 2022-05-06 04:36:32.555 ServerApp] nbclassic | extension was successfully loaded.
[I 2022-05-06 04:36:32.557 ServerApp] Serving notebooks from local directory: /home/jovyan
[I 2022-05-06 04:36:32.557 ServerApp] Jupyter Server 1.17.0 is running at:
[I 2022-05-06 04:36:32.558 ServerApp] http://2557ebac7ab1:8888/lab?token=de96fd0d44694ef387ae34c27a4222d1976dbdb795aaa308
[I 2022-05-06 04:36:32.559 ServerApp]  or http://127.0.0.1:8888/lab?token=de96fd0d44694ef387ae34c27a4222d1976dbdb795aaa308
[I 2022-05-06 04:36:32.559 ServerApp] Use Control-C to stop this server and shut down all kernels (twice to skip confirmation).
[C 2022-05-06 04:36:32.566 ServerApp] 
    
    To access the server, open this file in a browser:
        file:///home/jovyan/.local/share/jupyter/runtime/jpserver-7-open.html
    Or copy and paste one of these URLs:
        http://2557ebac7ab1:8888/lab?token=de96fd0d44694ef387ae34c27a4222d1976dbdb795aaa308
     or http://127.0.0.1:8888/lab?token=de96fd0d44694ef387ae34c27a4222d1976dbdb795aaa308

STEP5. RUNNING FROM CONTAINER
Open other linux terminal and check the docker IP address.
In my device is: 172.17.0.1

darklinux@darklinuxpc:~$ ifconfig docker0
docker0: flags=4163<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>  mtu 1500
        inet 172.17.0.1  netmask 255.255.0.0  broadcast 172.17.255.255
        inet6 fe80::42:85ff:fefe:69a5  prefixlen 64  scopeid 0x20<link>
        ether 02:42:85:fe:69:a5  txqueuelen 0  (Ethernet)
        RX packets 697  bytes 6827968 (6.8 MB)
        RX errors 0  dropped 0  overruns 0  frame 0
        TX packets 805  bytes 249616 (249.6 KB)
        TX errors 0  dropped 0 overruns 0  carrier 0  collisions 0

darklinux@darklinuxpc:~$

Use this IP address and Jupyter port, to open Jupyter_notebook in browser.
So, it become: 172.17.0.1:8888

Use the token for the password.
de96fd0d44694ef387ae34c27a4222d1976dbdb795aaa308

STEP6. CHANGE THE PASSWORD

You can login with the Token, but I prefer login via password.
So,you have to set the password first.
Scrool down the webpage, copy paste the Token in Token text box and Enter a new password.

If you everthing run well, you will the screen below:

Jupyter Notebook is ready to use.

by Taufan Lubis on 07 May 2022 02:30 AM tagged with docker, Programming in Linux, Programming-Python

05 May 2022

Getting Market Stock Data from Yahoo Finance is not difficult with Python Module – Pandas.
To follow this tutorial at least you know how to run python code.
In this tutorial, I use:
-Python 3.6.9 (default, Dec 8 2021, 21:08:43)
-Matplotlib-3.3.4
-Pandas 1.1.5
-Xubuntu 18.04
and Vim for text editor

Before you start, make sure you are connected to the Internet.

If you don’t have Python, Matplotlib and Pandas, you can install it from Linux Terminal with commands below:

$ sudo apt-get install python3
$ pip3 install matplotlib
$ pip3 install pandas

The source codes:

import datetime as dt
import matplotlib.pyplot as plt
import pandas as pd
import pandas_datareader.data as web

start=dt.datetime(2010,1,1)
end=dt.datetime(2022,4,22)

df1 = web.DataReader('MSFT','yahoo',start,end)
df2 = web.DataReader('AAPL','yahoo',start,end)

plt.plot(df1.Close)
plt.plot(df2.Close)

plt.legend(['MSFT','APPL'])
plt.grid()
plt.xlabel('Year')
plt.ylabel('Price (USD)')
plt.title('STOCK PRICE COMPARISON MICROFSOFT AND APPLE \n JAN 2010 - APR 2022')
plt.show()

You can run it in Linux Terminal, Python IDLE, Jupiter notebook or any Python environtment.

by Taufan Lubis on 05 May 2022 01:12 AM tagged with Programming in Linux, Programming-Python, python library - pandas, Python Library Matplotlib

11 Nov 2020

Tahun 2020. Bisnis yang memanfaatkan Internet sudah berjalan puluhan tahun. Tapi mengapa masih banyak perusahaan yang beroperasi di Indonesia belum melaksanakan verifikasi kepemilikan alamat email, ketika pelanggannya mendaftar ke sistem mereka? Saat ini terlalu banyak perusahaan daring yang tidak peduli etika. Pengguna ketika mendaftar, memakai alamat surel apapun, diterima tanpa konfirmasi
by Andika Triwidada on 11 Nov 2020 03:49 AM

17 Oct 2020

Lanjut ke bagian berikutnya, gaes. Seperti yang sudah dipaparkan pada tulisan sebelumnya, yang akan kita bahas dalam tulisan ini yaitu menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS.

Setelah kita paham kenapa berkas .csv yang dibuat, tidak dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS, langkah selanjutnya adalah kembali ke aplikasi LibreOffice, di mana dalam tulisan sebelumnya digunakan untuk membuat berkas .csv.

Proses perbaikan berkas dilakukan ketika proses Save As.


Berkas .csv yang telah dibuka, kemudian akan disimpan menggunakan menu Save As. Ketika jendela Save As terbuka, pastikan bahwa, 1) ruas "Save as type" masih berisi format "Text CSV (*.csv)". Lalu, 2) Perhatikan gambar berikut, dengan tanda kotak merah. Centang opsi "Edit filter settings". Dengan mencentang opsi tersebut, kita akan menemukan langkah penting selanjutnya.


Ini dia langkah terpentingnya. Menentukan "Field delimiter". Silahkan tentukan isian ruas tersebut. Dalam opsi drop down yang disediakan, terdapat pilihan (,), (:), (;), {tab}, {space}. Pilihan paling aman kalau tidak mau merubah ruas "Field Separator" di sub-menu Biblio Data Import, adalah menggunakan tanda koma titik koma atau semicolon (,) (;). Silahkan berimprovisasi menggunakan tanda lain. Setelah dipertimbangkan, kenapa tanda titik koma atau semicolon adalah pilihan yang aman, asumsinya, banyak bagian dari kolom nama pengarang atau judul atau bahkan kolom lainnya, yang mungkin, mungkin, ditulis atau dipisahkan dengan tanda koma. Kalau kasusnya demikian, khawatirnya susunan data ketika diimpor akan berantakan. Yang perlu diingat, isian pada ruas Field delimiter ketika melakukan Save As, HARUS SAMA dengan isian ruas Field Separator di SLiMS.

Opsi yang diberi tanda kotak merah, boleh dipilih. Tidak dipilih pun tidak mengapa. Namun, ketika opsi dalam kotak merah dicentang, maka nilai dalam ruas "String delimiter" akan diterapkan ketika data disimpan. Saat terdapat karakter String delimiter dalam data, maka waktu melakukan impor ke SLiMS, isian ruas "Field Enclosed With" di sub-menu Biblio Data Import juga harus disesuaikan dengan nilai yang dimasukkan tadi. 

Nah, sudah. Dengan dijelaskan langkah terakhir tadi, harapannya, berkas .csv yang disiapkan dapat diterima dengan baik, ketika diimpor ke dalam SLiMS. Hmmm ... harusnya, tip ini juga bisa digunakan ketika Anda akan melakukan impor data eksemplar dan atau impor data anggota. Karena kebutuhan data yang diperlukan sama. Berkas dalam format .csv.

Semoga bermanfaat. Sekali lagi, apabila ada metode yang lebih baik atau apa yang saya tuliskan kurang tepat dan perlu diperbaiki, kolom komentar tersedia sebagai media diskusi.

Tabik.

Bahan bacaan:
by Arif Syamsudin on 17 Oct 2020 04:26 PM tagged with belajar bareng SLiMS, CSV, Data Export, Data Import, Ekspor Data SLiMS, Impor Data SLiMS, Konversi Data, LibreOffice, slims, SLiMS 9, SLiMS 9 Bulian, SLiMS Data Conversion, Sublime Text